Ingin Terhindar Obesitas, Ahli Gizi Ungkap Rahasianya

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:10 WIB
Ingin Terhindar Obesitas, Ahli Gizi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)

Suara.com - Makan dan gerak tubuh saling terkait. Makan terlalu banyak tetapi aktivitas fisik rendah bisa berdampak berat badan berlebih, bahkan obesitas dalam jangka waktu lama. 

Ketua umum Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) DR. dr. Nurpudji Taslim. Sp.KG.(K), MPH., mengatakan bahwa porsi makan harian harus disesuaikan dengan aktivitas fisik yang dilakukan agar seimbang.

"Kita kembali ke balance diet. Jadi makanan itu kita konsumsi sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan berat badan, sesuai dengan aktivitas. Jadi kalau misalnya aktivitasnya besar tentu kebutuhannya besar. Tapi kalau aktivitasnya biasa, ya kebutuhannya juga sedikit," kata dokter Pudji dalam webinar Hari Obesitas Dunia, Rabu (3/3/2021).

Terpenting, lanjut dokter Pudji, adalah menentukan komposisi makanan yang mengandung cukup karbohidrat, lemak, dan protein. Komposisi seimbang yang dianjurkan ahli gizi adalah dengan 60 persen karbohidrat, 10-15 persen protein dan 25 persen lemak.

Ilustrasi Makan Sehat. (Shutterstock)
Ilustrasi Makan Sehat. (Shutterstock)

Dokter Pudji juga mengingatkan agar tidak terlewat mengonsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan itu banyak mengandung vitamin dan mineral serta tinggi serat.

"Itu bisa menyebabkan pembentukan tubuh lebih cepat. Jadi dengan sendirinya untuk absorpsi dari lemak akan berkurang di usus, ini bisa mencegah tetap dalam keadaan sehat dan tidak terjadi kenaikan berat badan," jelasnya.

Dokter juga menyarankan agar pencegahan obesitas mulai dilakukan sejak anak-anak. Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., mengatakan bahwa obesitas bisa mengubah bentuk sel lemak anak.

"Anak-anak yang kecil ini sangat penting untuk diintervensi dulu karena sekali obes waktu kecil maka sel-sel lemak itu terbentuk akan sulit diperkecil. Jadi susah membuat kurus lagi saat masa berikutnya," jelas dokter Suas.

Anak-anak juga perlu diajarkan agar konsumsi makanan seimbang dan cukup aktivitas fisik.

Baca Juga: Catatan Kemenkes untuk Hari Obesitas Dunia: Banyak Diidap Kaum Perempuan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI