Kontroversi Tes Swab Anal Covid-19 di China, Banyak Ahli Luar Negeri Protes

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 06 Maret 2021 | 19:16 WIB
Kontroversi Tes Swab Anal Covid-19 di China, Banyak Ahli Luar Negeri Protes
Ilustrasi Tes Covid-19 (Pexels)

Suara.com - China memberlakukan tes swab anal Covid-19 bagi wisatawan yang datang ke negaranya. Tindakan ini memicu protes dari negara lain.

Pada Februari, Departemen Luar Negeri AS mengeluhkan tes Covid-19 tersebut setelah beberapa diplomat diminta melakukannya dan minggu ini, pejabat Jepang pun memprotes hal yang sama.

Tidak jelas berapa banyak pelancong internasional yang sudah menjalaninya, tetapi Beijing dan Shanghai telah melakukannya ke beberapa pendatang.

Dilansir Live Science, beberapa dokter China mengatakan tes dilakukan untuk melacak pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala atau sebenarnya memiliki gejala ringan tetapi sembuh dengan cepat.

Berdasarkan studi mereka, virus corona dapat terdeteksi dalam tinja lebih lama daripada ri hidung dan tenggorokan.

"Beberapa pasien tanpa gejala atau mereka dengan gejala ringan tetapi sembuh dengan cepat (dari Covid-19), dan mungkin tes tenggorokan tidak akan efektif untuk orang-orang ini," kata Li Tongzeng, seorang dokter penyakit menular di China.

Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

Ia melanjutkan bahwa studi telah menunjukkan bahwa pada beberapa orang yang terinfeksi, durasi waktu hasil nukleat positif bertahan lebih lama pada tes kotoran dan sampel usap anal mereka.

"Tes usap anak dapat meningkatkan tingkat deteksi positif dari orang yang terinfeksi," sambungnya.

Metode pengujian seperti ini juga dilakukan kepada warga negara China sendiri meski sebenarnya mengundang kontroversi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Wakil direktur departemen biologi di Universitas Wuhan, Yang Zhanqiu, mengatakan bahwa tes swab hidung dan tenggorokan masih lebih efektif daripada tes anal, sebab virus menyebar melalui tetesan pernapasan bukan feses.

"Ada kasus tentang tes virus corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang," ujar Yang.

Para ahli di luar China pun mempertanyakan praktik ini. Sebab, mereka yang dites positif Covid-19 pada tes anal kemungkinan tidak sangat menular.

"Tujuan dari mendeteksi orang yang terinfeksi virus adalah untuk menghentikan penularan. Jika seseorang terinfeksi tetapi tidak menular ke orang lain, kita tidak perlu mendeteksi orang itu," ujar Benjamin Cowling, profesor kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Liburan ke China, Siap-siap Tes Swab Anal

Ingin Liburan ke China, Siap-siap Tes Swab Anal

Health | Sabtu, 06 Maret 2021 | 13:15 WIB

Usap Anal Diprotes Jepang, China Mengaku Sudah Lakukan Penyesuaian Ilmiah

Usap Anal Diprotes Jepang, China Mengaku Sudah Lakukan Penyesuaian Ilmiah

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 20:12 WIB

Banyak Keluhan dari Warganya, Jepang Minta China Stop Tes Swab Anal

Banyak Keluhan dari Warganya, Jepang Minta China Stop Tes Swab Anal

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB