Tuberkulosis Membentuk Kembali Sistem Kekebalan pada Generasi Selanjutnya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 06 Maret 2021 | 21:55 WIB
Tuberkulosis Membentuk Kembali Sistem Kekebalan pada Generasi Selanjutnya
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Jutaan orang telah meninggal dalam pandemi virus corona, namun rupanya jumlah korban virus tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan tuberkulosis (TB).

Menurut Science Magazine, TB telah membunuh lebih dari satu miliar orang selama dua ribu terakhir dan masih membunuh 1,5 juta orang di seluruh dunia setiap tahun.

Namun, di balik itu, ternyata patogen ini telah membentuk kembali sistem kekebalan pada generasi selanjutnya berdasarkan penulusuran evolusi varian gen selama 10.000 tahun terakhir.

"Kami semua adalah keturunan dari orang-orang yang selamat dari epidemi masa lalu," kata peneliti yang menulis makalah tentang TB, Lluis Quintana-Murci, ahli genetika populasi di Institut Pasteur dan Kolese Prancis.

Makalah yang ditulisnya membantu mengidentifikasi patogen mana yang sebenarnya telah mengubah DNA dan membuat orang-orang sekarang lebih tangguh.

Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]
Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]

Varian kuman yang membunuh manusia saat ini, Mycobacterium tuberkulosis, muncul dua ribu tahun lalu.

Dua tahun lalu, mahasiswa pascasarjana Universitas Paris, Gaspard Kerner, menemukan orang berisiko lebih tinggi terkena TB parah jika mewarisi dua salinan varian langka dari gen kekebalan TKY2, yang disebut P1104A.

Dengan menelusuri frekuensi varian itu pada 1.013 genom Eropa dari 10.000 tahun terakhir, Quintana-Murci, dapat mendeteksi bagaimana gen kekebalan berevolusi dengan TB.

Seleksi alam bertindak kuat dan cepat untuk menyingkirkan varian gen mematikan ke tingkat yang rendah, kata studi yang terbit di The American Journal of Human Genetics.

“Penyakit menular adalah tekanan evolusi terkuat yang harus dihadapi manusia,” kata Quintana-Murci.

Tetapi ada kebutuhan mendesak untuk mengetahui sebearapa luas varian P1104A. Varian ini jarang terjadi pada populasi yang diuji di India, Indonesia, Cina, dan sebagian Afrika di mana TB merupakan endemik.

Namun, sekitar satu dari 600 orang Inggris dalam database Biobank Inggris membawa dua salinan varian tersebut. Mereka berisiko tinggi terkena penyakit parah atau kematian jika terpapar TB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Tuberkulosis Sejak Kecil,Telinga Wanita Ini Bengkak hingga Bau Busuk

Derita Tuberkulosis Sejak Kecil,Telinga Wanita Ini Bengkak hingga Bau Busuk

Health | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:14 WIB

Satgas IDI: Tuberkulosis Adalah Musuh Lama yang Harus Diperhatikan

Satgas IDI: Tuberkulosis Adalah Musuh Lama yang Harus Diperhatikan

Health | Sabtu, 16 Januari 2021 | 11:48 WIB

Organisasi Masyarakat Sipil Tuberkulosis Punya Peran Penting saat Pandemi

Organisasi Masyarakat Sipil Tuberkulosis Punya Peran Penting saat Pandemi

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB