alexametrics

Tuberkulosis Membentuk Kembali Sistem Kekebalan pada Generasi Selanjutnya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Tuberkulosis Membentuk Kembali Sistem Kekebalan pada Generasi Selanjutnya
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Patogen TB telah membentuk kembali sistem kekebalan pada generasi selanjutnya berdasarkan penulusuran evolusi varian gen

Suara.com - Jutaan orang telah meninggal dalam pandemi virus corona, namun rupanya jumlah korban virus tersebut tidak seberapa jika dibandingkan dengan tuberkulosis (TB).

Menurut Science Magazine, TB telah membunuh lebih dari satu miliar orang selama dua ribu terakhir dan masih membunuh 1,5 juta orang di seluruh dunia setiap tahun.

Namun, di balik itu, ternyata patogen ini telah membentuk kembali sistem kekebalan pada generasi selanjutnya berdasarkan penulusuran evolusi varian gen selama 10.000 tahun terakhir.

"Kami semua adalah keturunan dari orang-orang yang selamat dari epidemi masa lalu," kata peneliti yang menulis makalah tentang TB, Lluis Quintana-Murci, ahli genetika populasi di Institut Pasteur dan Kolese Prancis.

Baca Juga: Menyimpan Ratusan Ribu Kuman, Inilah Alasan Kuku Pendek & Bersih Lebih Baik

Makalah yang ditulisnya membantu mengidentifikasi patogen mana yang sebenarnya telah mengubah DNA dan membuat orang-orang sekarang lebih tangguh.

Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]
Ilustrasi infeksi bakteri tuberkulosis. [Shuttertsock]

Varian kuman yang membunuh manusia saat ini, Mycobacterium tuberkulosis, muncul dua ribu tahun lalu.

Dua tahun lalu, mahasiswa pascasarjana Universitas Paris, Gaspard Kerner, menemukan orang berisiko lebih tinggi terkena TB parah jika mewarisi dua salinan varian langka dari gen kekebalan TKY2, yang disebut P1104A.

Dengan menelusuri frekuensi varian itu pada 1.013 genom Eropa dari 10.000 tahun terakhir, Quintana-Murci, dapat mendeteksi bagaimana gen kekebalan berevolusi dengan TB.

Seleksi alam bertindak kuat dan cepat untuk menyingkirkan varian gen mematikan ke tingkat yang rendah, kata studi yang terbit di The American Journal of Human Genetics.

Baca Juga: Ahli: Klorin Lebih Efektif Bersihkan Air Kolam daripada Kuman Permukaan

“Penyakit menular adalah tekanan evolusi terkuat yang harus dihadapi manusia,” kata Quintana-Murci.

Tetapi ada kebutuhan mendesak untuk mengetahui sebearapa luas varian P1104A. Varian ini jarang terjadi pada populasi yang diuji di India, Indonesia, Cina, dan sebagian Afrika di mana TB merupakan endemik.

Namun, sekitar satu dari 600 orang Inggris dalam database Biobank Inggris membawa dua salinan varian tersebut. Mereka berisiko tinggi terkena penyakit parah atau kematian jika terpapar TB.

Komentar