Organisasi Masyarakat Sipil Tuberkulosis Punya Peran Penting saat Pandemi

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 20:15 WIB
Organisasi Masyarakat Sipil Tuberkulosis Punya Peran Penting saat Pandemi
Ilustrasi Tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Selama pandemi Covid-19 ini, isu tuberkulosis (TBC) kurang menjadi perhatian. Padahal kasus penyakit ini juga mengalami dampak besar dan berbahaya.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga di dunia dengan kasus TBC yang tinggi, setelah India dan China.

WHO mencatat, kasus TBC di Indonesia mencapai 845 ribu, dan 24 ribu dari jumlah tersebut adalah kasus resisten obat.

Selain itu, terdapat pula penurunan laporan secara drastis dibanding tahun lalu pada periode yang sama, yaitu Maret hingga Juni. Artinya, banyak penderita TBC yang tidak diterdeteksi atau tidak diobati.

Senior Program Manager Stop TB Partnership Indonesia (STPI), Lukman Hakim, menyebut Organisasi Masyarakat Sipil TB (tuberkulosis) memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit TBC di Indonesia.

Ilustrasi tuberculosis (Shutterstocks)
Ilustrasi tuberkulosis (Shutterstocks)

"Dengan adanya organisasi masyarakat ini, mereka sangat memahami kebutuhan orang dengan TB, karena orang yang terlibat dalam ormas ini sebagian penyintas TB," ujar Lukman, dalam diskusi daring "Tuberkulosis di Tengah Pemberitaan Covid-19", Jumat (23/10/2020).

"Oleh karena itu, mereka bisa masuk dengan lebih enak pada mereka yang mendapat stigmatisasi dan marginalisasi," sambungnya.

Menurutnya, ini adalah peran yang kemungkinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah, sehingga ormas sipil ini memiliki peran penting.

Selain itu, ia menambahkan, organisasi sipil dapat masuk ke dalam lingkungan penderita TBC karena semangat kerelawanan mereka yang tinggi.

"Kerelawanan yang tinggi itulah yang menjadi modal besar bagi organisasi masyarakat sipil untuk berkontribusi." lanjutnya.

Lukman menggarisbawahi bahwa tiga peran kunci dari Organisasi Masyarakat Sipil TB adalah advokasi kebijakan TBC, pendampingan dan layanan pasien, serta pengembangan pengetahuan masyarakat terkait penyakit paru-paru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Kalah Bahaya, Tuberculosis Perlu Penanganan Serius di Tengah Pandemi

Tak Kalah Bahaya, Tuberculosis Perlu Penanganan Serius di Tengah Pandemi

News | Minggu, 04 Oktober 2020 | 05:05 WIB

Setiap Jam, Ada 13 Orang Indonesia Meninggal Dunia Akibat Tuberculosis

Setiap Jam, Ada 13 Orang Indonesia Meninggal Dunia Akibat Tuberculosis

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 12:05 WIB

Paru-Paru Menghitam, Istri Indra Bekti Ternyata Pernah Derita Tuberculosis

Paru-Paru Menghitam, Istri Indra Bekti Ternyata Pernah Derita Tuberculosis

Health | Sabtu, 02 November 2019 | 14:42 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB