Sudah Muncul 18 Varian, Difteri Bisa Menjadi Ancaman Penyakit Global

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 10 Maret 2021 | 14:58 WIB
Sudah Muncul 18 Varian, Difteri Bisa Menjadi Ancaman Penyakit Global
Ilustrasi kesehatan

Suara.com - Akibat pandemi, penyakit difteri mungkin bisa mengancam masalah kesehatan di masa depan. Difteri adalah penyakit sangat menular yang menyerang hidung, tenggorokan, dan terkadang kulit. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, gagal jantung dan kelumpuhan, dan jika tidak ditangani terkadang dapat mengancam jiwa.

Melansir dari Independent, difteri adalah infeksi yang berpotensi serius tetapi saat ini mudah dicegah. Sayangnya penyakit ini berkembang menjadi kebal terhadap antibiotik dan bahkan dapat membuat vaksin yang ada tidak efektif lagi.

Hal ini disebabkan karena wabah virus corona telah menunda vaksinasi difteri dan penyakit ini telah berkembang jadi 18 varian.

Dalam studi yang diterbitkan pada hari Senin (8/3/2020), para peneliti dari Inggris dan India yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Cambridge menggunakan genomik untuk memetakan infeksi. Penyakit ini terutama disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae dan menyebar melalui batuk, bersin dan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi.

Para peneliti menganalisis genom dari 61 bakteri yang diisolasi dari pasien dan menggabungkannya dengan 441 genom yang tersedia untuk umum. Mereka juga menggunakan informasi ini untuk menilai keberadaan gen resistensi antimikroba (AMR) dan menilai variasi toksin.

Para peneliti menemukan kelompok bakteri serupa secara genetik yang diisolasi dari banyak benua, paling umum Asia dan Eropa menunjukkan bakteri penyebab infeksi telah ada di antara populasi manusia setidaknya selama lebih dari satu abad.

Studi ini juga menemukan 18 varian berbeda dari toksin difteri, komponen utama penyebab penyakit yang menjadi target vaksin. Kehadiran varian tersebut berpotensi mengubah struktur toksin dan menurunkan efektivitas vaksin.

Ilustrasi kesehatan anak. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan anak. (Shutterstock)

"Vaksin difteri dirancang untuk menetralkan racun, sehingga setiap varian genetik yang mengubah struktur toksin dapat berdampak pada seberapa efektif vaksin tersebut," kata Profesor Gordon Dougan dari Cambridge Institute of Therapeutic Immunology and Infectious Disease (CITIID).

"Meskipun data kami tidak menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan saat ini tidak akan efektif, fakta bahwa kami melihat keragaman varian racun yang terus meningkat menunjukkan bahwa vaksin perlu dievaluasi secara teratur," imbuhnya.

baca juga

Tim tersebut menunjuk pada dampak negatif pandemi pada jadwal vaksinasi anak di seluruh dunia dan menekankan betapa pentingnya memahami bagaimana difteri berkembang dan menyebar.

"Kita tidak boleh mengalihkan pandangan kita dari bola salju difteri, jika tidak ini bisa menjadi ancaman global yang besar lagi," tambah Dr Ankur Mutreja, dari CITIID.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Imunisasi: Banyak Penyakit Menular Hilang Berkat Vaksin

Pakar Imunisasi: Banyak Penyakit Menular Hilang Berkat Vaksin

Health | Selasa, 24 November 2020 | 11:51 WIB

Jokowi Yakin RCEP Akan Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi di Dunia

Jokowi Yakin RCEP Akan Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi di Dunia

News | Sabtu, 14 November 2020 | 13:45 WIB

Imunisasi Difteri Tetanus Secara Drive Thru

Imunisasi Difteri Tetanus Secara Drive Thru

Foto | Sabtu, 14 November 2020 | 14:05 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×