Atur Pola Makan Bisa Jadi Solusi Halau Stres di Masa Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 10 Maret 2021 | 15:48 WIB
Atur Pola Makan Bisa Jadi Solusi Halau Stres di Masa Pandemi Covid-19
Jaga pola makan saat pandemi. (Envato.com)

Suara.com - Stres bisa dirasakan oleh siapa saja, termasuk mereka yang masih muda. Stres bisa terjadi karena adanya beban yang di hadapi seperti tugas pekerjaan maupun tugas akademik.

Tapi, stres di masa pandemi Covid-19 tampaknya menjadi pembahasan yang menarik. Menurut dokter spesialis onkologi Prof. dr. Zubairi Djoerban melalui akun Twitter-nya @ProfesorZubairi, masyarakat perlu memerhatikan pola makan di masa pandemi.

Ia juga menjelaskan mengenai banyak studi terkait pola makan yang sehat, seperti buah, sayur, dan ikan yang dapat membantu melawan rasa stres.

"Sebenarnya, bagaimana makanan itu daapat membantu atasi stres? Singkatnya, jika Anda stres, maka produksi hormon kortison atau hormon stres akan melonjak tinggi. Sejumlah makanan yang direkomendasikan untuk atasi stres, adalah olahan kunyit dan lada hitam. Contohnya jamu, nasi kuning, spaghetti lada hitam dan banyak lagi," jelasnya lewat cuitan yang diunggah, Selasa (9/3/2021) kemarin.

Dalam sebuah studi juga menunjukkan bahan aktif dalam kunyit bernama kurkumin dapat meningkatkan ekosistem mikroba usus.

Kurkumin sendiri dikenal memiliki kemampuan meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, serta kortisol.

"Hormon serotonin adalah hormon pemberi perasaan nyaman dan senang. Sementara dopamine adalah hormon pengendali emosi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan kandungan piperin pada lada hitam juga memiliki peran yang penting. Piperin dapat membantu meningkatkan penyerapan kurkumin pada tubuh. Sehingga penurunan hormon stres bisa signifikan.

"Piperin ini akan membantu meningkatkan penyerapan kurkumin dalam tubuh. Sehingga penurunan hormon stres bisa signifikan," paparnya.

Untuk mengendalikan rasa stres di kala pandemi, ia menyarankan untuk menari makanan sehat yang sesuai dengan selera. Menurutnya, yang paling penting yaitu cermati pola makan, dan mengubah gaya hidup.

"Yang paling penting, selain cermati pola makan, mulailah mengubah gaya hidup. Coba bangun pagi, olahraga, berpikir positif dan konsisten melaksanakan rencana,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hotel di Jogja Terdampak Pandemi Covid-19, Nur Dirumahkan Tanpa Kejelasan

Hotel di Jogja Terdampak Pandemi Covid-19, Nur Dirumahkan Tanpa Kejelasan

Jogja | Rabu, 10 Maret 2021 | 15:44 WIB

Videografis: Tips Menyimpan Masker Kain dengan Aman

Videografis: Tips Menyimpan Masker Kain dengan Aman

Video | Rabu, 10 Maret 2021 | 15:10 WIB

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Aman untuk Komorbid Seperti Autoimun

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Aman untuk Komorbid Seperti Autoimun

News | Rabu, 10 Maret 2021 | 13:21 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB