Pasien Covid-19 Berisiko Tinggi Meninggal Jika Jalani Operasi, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 11 Maret 2021 | 15:15 WIB
Pasien Covid-19 Berisiko Tinggi Meninggal Jika Jalani Operasi, Kenapa?
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Suara.com - Jika pasien Covid-19 membutuhkan pemebedahan, sebaiknya ditunda paling tidak tujuh minggu.  Studi menunjukkan bahwa  pasien dua setengah kali lebih mungkin meninggal setelah operasi, jika prosedur dilakukan dalam enam minggu setelah diagnosis positif, menurut sebuah studi global baru.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui durasi optimal tunda terencana sebelum operasi pada pasien yang pernah mengalami infeksi SARS-CoV-2. SARS-CoV-2 adalah virus penyebab Covid-19.

Dilansir melalui Healthshots, peneliti yang temuannya dipublikasikan di Anesthesia, melakukan studi kohort prospektif internasional, multisenter, dan prospektif terhadap 140.231 pasien yang menjalani operasi elektif atau darurat di 116 negara selama Oktober 2020.

Kemudian, pasien bedah dengan infeksi SARS-CoV-2 pra-operasi, dibandingkan dengan pasien tanpa infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya. Ukuran hasil utama adalah kematian pasca operasi 30 hari.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

“31 dokter dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, berpartisipasi dalam penelitian ini, termasuk pasien dari pembedahan, bedah anak, ortopedi, bedah kardiotoraks, anestesi jantung, bedah saraf, dan neuroanestesi. Untuk pertama kalinya, ini memberi kami bukti tentang paling sedikit penundaan waktu dalam melakukan operasi yang akan mengoptimalkan hasil akhir, ”kata Dr Shilpa Sharma, ahli bedah anak, AIIMS, New Delhi, yang juga penulis utama dari rumah sakit tersebut.

Namun, hal ini perlu diimbangi dengan risiko penyakit pada pasien. Di AIIMS, Ia mengatakan bahwa telah melakukan RTPCR / CBNAAT secara rutin untuk skrining semua pasien bedah.

Pasien yang dioperasi dalam waktu enam minggu setelah diagnosis SARS-CoV-2 juga berisiko tinggi mengalami komplikasi paru pasca operasi selama 30 hari.

Temuan ini konsisten di semua kelompok usia, perbedaan tingkat keparahan kondisi pasien, urgensi pembedahan, dan tingkat pembedahan serta dalam analisis sensitivitas untuk pembedahan elektif.

“Risiko ini menurun ke baseline pada pasien yang menjalani operasi setelah setidaknya tujuh minggu atau lebih dari diagnosis SARS-CoV-2. Temuan ini konsisten di kedua sub-kelompok risiko rendah (usia <70 tahun ..) dan risiko tinggi (usia ≥ 70 tahun)," kata peneliti.

Oleh karena itu, operasi harus ditunda setidaknya tujuh minggu setelah infeksi SARS-CoV-2 untuk mengurangi risiko kematian pasca operasi dan komplikasi paru. 

“Selain itu, kami telah menunjukkan bahwa pasien yang masih bergejala tujuh minggu setelah infeksi SARS-CoV-2 dan menjalani operasi, juga mengalami peningkatan angka kematian. Karena itu, pasien ini mungkin mendapat manfaat dari penundaan lebih lanjut sampai gejala mereka hilang, ”mereka menambahkan.

Menurut para peneliti, ini adalah studi pertama yang memberikan data yang kuat mengenai waktu optimal untuk operasi setelah infeksi SARS-CoV-2.

Para peneliti juga menyatakan dalam makalah bahwa sementara batas waktu setelah tujuh minggu tidak diuji secara resmi, mereka tidak mungkin menawarkan keuntungan yang signifikan, karena tingkat kematian yang disesuaikan untuk interval penundaan setelah tujuh minggu secara luas stabil.

“Selain itu, kematian secara keseluruhan setelah penundaan setidaknya tujuh minggu serupa dengan kematian pada pasien yang tidak memiliki infeksi SARSCoV-2 sebelum operasi.

Studi ini memiliki arti penting karena menawarkan bukti untuk mendukung dimulainya kembali operasi dengan aman dalam konteks peningkatan jumlah orang yang selamat dari infeksi SARS-CoV-2 yang meningkat pesat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Data Covid-19 Pemerintah Pusat Berbeda Dengan Pemkot Tangerang

Waduh! Data Covid-19 Pemerintah Pusat Berbeda Dengan Pemkot Tangerang

Banten | Kamis, 11 Maret 2021 | 14:22 WIB

CDC: 78 Persen Pasien Covid-19 Kondisi Parah adalah Orang dengan Obesitas

CDC: 78 Persen Pasien Covid-19 Kondisi Parah adalah Orang dengan Obesitas

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 10:21 WIB

Butuh Uang untuk Operasi, Bocah Rela Jualan Es Bantu Orangtua

Butuh Uang untuk Operasi, Bocah Rela Jualan Es Bantu Orangtua

Kalbar | Selasa, 09 Maret 2021 | 19:16 WIB

Terkini

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB