Ingin Nikah, Calon Pengantin Wajib Vaksin HPV

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 11 Maret 2021 | 15:50 WIB
Ingin Nikah, Calon Pengantin Wajib Vaksin HPV
Ilustrasi pernikahan. (Shutterstock)

Suara.com - Selain menyiapkan biaya resepsi, calon pengantin disarankan melakukan vaksin HPV sebagai upaya mencegah infeksi penyakit menular seksual. Vaksin HPV dikenal paling efektif mencegah perempuan terkena kanker serviks.

Data Kementerian Kesehatan tercatat bahwa kanker serviks menempati peringkat kedua sebagai kanker yang paling banyak dialami perempuan.

Data GLOBOCAN 2020 juga disebutkan, jumlah kasus kanker serviks ada sebanyak 36.633 (17,2 persen) di Indonesia, dan membunuh 57 perempuan setiap harinya. Angka tersebut meningkat hampir 15 persen dari tahun 2018. 

"Menggalakkan vaksin terus-menerus saya kira sangat strategis menjadi bagian upaya pencegahan. Kita ini gemas sekali dengan kanker mulut rahim yang bisa nomor dua di Indonesia karena sebetulnya sangat bisa diketahui dan penyebarannya juga butuh bertahun-tahun," kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG., dalam webinar 'Vaksin HPV Sebelum Menikah', Rabu (10/3/2021).

HPV meningkatkan risiko esofagus. (Shutterstock)
HPV meningkatkan risiko esofagus. (Shutterstock)

Hasto juga menyayangkan edukasi seks sejak dini belum masuk dalam pendidikan formal di Indonesia. Bahkan masih ditanggap tabu oleh masyarakat. 

Rekomendasi vaksinasi HPV juga sejalan dengan strategi global WHO untuk mencakup hingga 90 persen vaksinasi HPV, 70 persen cakupan skrining, dan 90 persen akses ke perawatan terkait di semua negara. Vaksinasi HPV juga tidak hanya mencegah bahaya kanker serviks, tetapi juga penyakit terkait HPV lainnya, seperti beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria.
 
Dokter spesialis kebidanan dr. Diana Mauria Ratna Asih, Sp. OG., mengatakan bahwa vaksin HPV dapat diberikan kepada wanita dan pria sejak usia sembilan tahun. 

"Serta para pasangan yang memiliki rencana untuk membangun keluarga yang sehat karena infeksi HPV juga berisiko untuk kesehatan janin," katanya.

 Kanker serviks juga dikenal sebagai silent killer bagi perempuan karena inkubasi HPV tidak menunjukkan gejala apapun dan butuh waktu lama, lanjutnya. Infeksi virus papiloma itu bahkan bisa lebih dari sepuluh tahun untuk berkembang menjadi kanker serviks. 

"Seringnya kanker serviks terdeteksi pada perempuan usia produktif, dimana perannya masih sangat dibutuhkan dalam keluarga,” kata dokter Diana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontak Seksual Tinggi di Usia Remaja, Kepala BKKBN Ingatkan Vaksinasi HPV

Kontak Seksual Tinggi di Usia Remaja, Kepala BKKBN Ingatkan Vaksinasi HPV

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 09:15 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya

Kanker Payudara dan Serviks Ternyata Bisa Dicegah, Begini Caranya

Health | Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:55 WIB

Tes Pap Smear Sebelum atau Setelah Menikah? Ini Jawaban Dokter Kandungan

Tes Pap Smear Sebelum atau Setelah Menikah? Ini Jawaban Dokter Kandungan

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB