Terima Kasih Telah Berjuang, Ini 5 Tanda Kamu Sudah Sembuh dari Depresi

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:10 WIB
Terima Kasih Telah Berjuang, Ini 5 Tanda Kamu Sudah Sembuh dari Depresi
Ilustrasi sembuh dari depresi (shutterstock)

Suara.com - Depresi dapat menghancurkan ketenangan dan pikiran sendiri. Depresi juga berisiko membuat penderitanya jauh dari orang-orang tercinta.

Depresi terbukti sangat berbahaya untuk jangka panjang. Tak hanya membebani fisik,  kesehatan mental juga semakin menurun jika depresi tidak segera ditangani.

Untuk itu penting bagi kita memeriksa perkembangan kesehatan mental dari waktu ke waktu. Mencari pengobatan tidak hanya memotivasi, tapi juga memberi harapan akan perasaan kembali tenang dan memiliki hidup normal.

Meski tetap membutuhkan diagnosis profesional, berikut ini lima tanda depresi yang diderita mulai enyah atau sembuh seperti yang dikutip dari Times Of India.

Ilustrasi tersenyum. (Pexels)
Ilustrasi sembuh dari depresi. (Pexels)

1. Kontrol amarah
Kontrol amarah bisa menjadi cara menyembuhkan diri dari depresi. Ketika apa yang diinginkan tidak sesuai kenyataan, atau kenyataan yang berakhir menyakitkan, amarah kerap menjadi pelampiasan.

Depresi memicu perubahan suasana hati yang datang tiba-tiba, seperti ledakan emosi yang ekstrem yang tidak terkendali salah satunya. Namun, jika bisa mengontrolnya, kamu mungkin sudah lebih abik dan pulih. Mengontrolnya dapat memberikan perasaan tenang.

2. Tumbuh minat pada aktivitas yang menyenangkan
Saat perasaan dan pikiran positif tumbuh, maka minat untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan ikut tumbuh. Cara penyembuhan ini menjadi ampuh untuk mengalihkan pikiran dan perasaan yang menyakitkan. Cari aktivitas yang berhubungan dengan hobi atau sekadar mengunjungi tempat bersama sahabat terdekat.

3. Meningkatkan interaksi dengan teman maupun keluarga
Rasa depresi menyebabkan orang melakukan isolasi dan mengasingkan diri, hidup dengan bayangannya sendiri, dan mengunci diri di suatu ruang tanpa orang lain. Saat semua membaik, rasa nyaman dapat timbul lagi setelah berjuang melawan kesembuhan dari depresi. Tentu saja ini hanya terjadi di lingkungan yang memberikan rasa positif dan rasa nyaman, juga rasa dihargai.

4. Kembali bekerja
Setelah berjuang melawan rasa depresi, tidak ada yang menghentikan jalan untuk kembali bekerja. Apalagi, jika kamu punya motivasi ingin membeli sesuatu atau menabung. Mungkin saja, uang menjadi pemicu rasa semangat kembali sebagai kepuasan diri.

baca juga

5. Menjaga kebersihan diri
Depresi dapat membuat kita kehilangan banyak hal, termasuk kebersihan diri. Cara ini menjadi ampuh untuk kembali hidup normal, tak lupa untuk terus menjaga kebersihan diri. Seperti kebersihan wajah, tubuh, dan juga rambut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Flight of Ideas, Gangguan Pikiran pada Orang dengan Penyakit Mental

Kenali Flight of Ideas, Gangguan Pikiran pada Orang dengan Penyakit Mental

Health | Jum'at, 12 Maret 2021 | 15:00 WIB

Kesehatan Mental Seseorang Berakar dari Bayi, Peran Pengasuh Sangat Penting

Kesehatan Mental Seseorang Berakar dari Bayi, Peran Pengasuh Sangat Penting

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 09:00 WIB

Jaga Kesehatan Mental, Berikut Panduan Makanan Sehat Sesuai Usia

Jaga Kesehatan Mental, Berikut Panduan Makanan Sehat Sesuai Usia

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 18:17 WIB

Terkini

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

×