Otak Masih Berkembang, Ini Alasan Gangguan Mental Banyak Dialami Remaja

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 18 Maret 2021 | 13:37 WIB
Otak Masih Berkembang, Ini Alasan Gangguan Mental Banyak Dialami Remaja
Ilustrasi depresi (Pixabay)

Suara.com - Masa remaja merupakan masa di mana sebagian besar masalah kesehatan muncul. Diagnosis pada masa ini meningkat, mulai dari remaja yang mengalami gangguan mood seperti depresi hingga penyakit kejiwaan yang luas seperti skizofrenia atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Dampak dari penyakit mental sangat besar, salah satunya bunuh diri yang menjadi lima penyebab kematian paling umum pada remaja.

Berdasarkan studi pencitraan otak yang lebih baru menunjukkan otak terus berkembang atau berubah hingga usia dua puluhan dan tiga puluhan.

Selama masa remaja, materi abu-abu otak (tempat sel saraf) perlahan menyusut, sedangkan materi putih (pengubung antar sel saraf) masih terus berkembang.

Perubahan di otak ini menunjukkan bahwa jaringan saraf semakin menyempurnakan fungsi dan koneksinya, menyingkirkan apa yang tidak relevan dan memperkuat apa yang penting.

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Ilmuwan percaya bahwa faktor pendorong perubahan ini adalah pertumbuhan myelin, zat lemak yang mengisolasi koneksi antar sel dan mengarah pada transmisi informasi yang lebih baik, lapor The Conversation.

Jadi, pada masa remaja fungsi otak sebenarnya masih dalam perkembangan. Ini mungkin menjelaskan mengapa remaja terkadang kesulitan untuk menggunakan keterampilan penalaran kompleks atau mengapa mereka bertindak sesuai dorongan hati dan mengambil risiko yang tidak perlu.

Perkembangan otak yang bertahan lama di korteks prefrontal mungkin juga menjadi penyebab lonjakan masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Bagian otak ini berfungsi untuk berpikir, merencanakan, memutuskan sesuatu, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, empati pada orang lain, dan moral.

Menurut ilmuwan, myelin di korteks prefontal tumbuh lebih lambat pada remaja yang bermasalah dengan kesehatan mentalnya.

baca juga

Selain itu, penurunan pertumbuhan myelin ini sebenarnya terkait dengan memburuknya kesehatan mental dari waktu ke waktu.

Remaja yang memiliki pertumbuhan myelin paling sedikit di area prefontal terkait impuls ini adalah remaja yang memiliki sifat impulsif. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat dan dinamis antara perubahan kesehatan mental dan pematangan otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Overthinking, Bisa Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Stop Overthinking, Bisa Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Lifestyle | Jum'at, 26 Februari 2021 | 06:03 WIB

Apakah Penderita Penyakit Gangguan Mental Aman Divaksinasi Covid-19?

Apakah Penderita Penyakit Gangguan Mental Aman Divaksinasi Covid-19?

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 12:45 WIB

Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa

Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 20:05 WIB

Terkini

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:55 WIB

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

Bupati Gowa Tersangka Korupsi Diperiksa Kortastipidkor Polri Besok

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 18:51 WIB

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Tampil Lebih Gagah, Honda CRF1100L Africa Twin Dapatkan Penyegaran Warna Baru

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 18:50 WIB

Akun Cenblu Menjamur di X, tapi Kenapa Kontennya Justru Makin Tak Bermutu?

Akun Cenblu Menjamur di X, tapi Kenapa Kontennya Justru Makin Tak Bermutu?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:50 WIB

Bukan Cuma Sopir, Pemilik Barang hingga Korporasi Bakal Bisa Dipidana karena ODOL

Bukan Cuma Sopir, Pemilik Barang hingga Korporasi Bakal Bisa Dipidana karena ODOL

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:45 WIB

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Ramalan 12 Shio Oktober 2026, Begini Peruntunganmu Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 18:45 WIB

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:40 WIB

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

×