Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 21 Februari 2021 | 20:05 WIB
Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa
Ilustrasi anak sedih. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental pada masa kanak-kanak memiliki risiko kesehatan fisik di masa depan. Studi ini dinyatakan dalam penelitian Jasmin Wertz, seorang peneliti postdoctoral di Duke University di Durham, N.C.

Melansir dari Medicinenet, dalam salah satu dari dua penelitian, Wertz dan rekan-rekannya menganalisis data dari lebih dari 1.000 orang di Selandia Baru yang lahir pada tahun 1972 dan 1973, dan kemudian diikuti sejak lahir hingga usia 45 tahun.

Pada studi pertama, mereka yang memiliki riwayat penyakit mental pada masa kanak-kanak seperti seperti kecemasan, depresi, penyalahgunaan zat, dan skizofrenia disebut menua lebih cepat, mengalami penurunan fungsi sensorik, motorik dan mental yang lebih besar saat usia paruh baya.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 17 Februari di jurnal JAMA Psychiatry.

Studi kedua dilakukan oleh tim yang sama melihat catatan rumah sakit selama 30 tahun (1988 hingga 2018) untuk 2,3 juta orang di Selandia Baru, berusia 10 hingga 60 tahun.

Studi kedua juga menemukan hubungan yang kuat antara kesehatan mental awal kehidupan dan penyakit medis neurologis di kemudian hari.  Penelitian ini telah diterbitkan secara online di JAMA Network Open.

Penemuan ini menunjukkan bahwa investasi yang lebih besar dalam pengobatan penyakit mental yang tepat sejak dini dapat mencegah banyak masalah kesehatan di kemudian hari.

Ilustrasi anak kecil (pexels/@katlovessteve)
Ilustrasi anak -anak (pexels/@katlovessteve)

Dokter Victor Fornari, wakil ketua psikiatri anak dan remaja di Rumah Sakit Zucker Hillside di Glen Oaks, N.Y. percaya bahwa penting untuk mengenali hubungan pikiran dan kesehatan tubuh.

"Terlepas dari stigma dan penyangkalan, pengakuan ini penting untuk mempromosikan hasil kesehatan yang optimal," katanya.

baca juga

Menurut Dr. Timothy Sullivan, faktor-faktor yang sering menyertai penyakit mental adalah merokok dan obesitas, kurang olahraga, berkurangnya akses dan penggunaan perawatan kesehatan yang baik yang mungkin berperan.

"Kecemasan dan depresi juga terkait dengan perubahan dalam sistem kekebalan kita yang menyebabkan peradangan kronis, melukai jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya," kata Sullivan yang memimpin ilmu psikiatri dan perilaku di Rumah Sakit Universitas Staten Island di New York.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FOMO Menghantui Remaja dan Anak Muda, Dampaknya ke Kesehatan Mental

FOMO Menghantui Remaja dan Anak Muda, Dampaknya ke Kesehatan Mental

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 15:01 WIB

Studi: Mahasiswa Lebih Rentan Alami Depresi dan Kecemasan

Studi: Mahasiswa Lebih Rentan Alami Depresi dan Kecemasan

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 13:28 WIB

Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 10:46 WIB

Terkini

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

×