Obat Penguat Kandungan, Seberapa Jauh Manfaat dan Keamanannya?

Fabiola Febrinastri

Rabu, 31 Maret 2021 | 14:01 WIB
Obat Penguat Kandungan, Seberapa Jauh Manfaat dan Keamanannya?
Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)

6. Trauma
Trauma keguguran pada kehamilan sebelumnya, ternyata bisa menjadi sebab kandungan lemah pada kehamilan selanjutnya. Umumnya, saat mengalami keguguran akan dilakukan proses kuret. Hal inilah yang bisa menyebabkan trauma pada serviks, sehingga membuat otot serviks atau leher rahim menjadi lemah karena trauma tersebut.

7. Obat DES (Diethylstilbestrol)
Jenis obat ini digunakan untuk mencegah keguguran, menekan laktasi postpartum, gejala menopause, mengobati kanker prostat, dan lain sebagainya. Obat ini memiliki efek samping, diantaranya membuat infeksi pada serviks. Selain membuat infeksi serviks, efek samping obat DIES lainnya adalah dapat membuat pendarahan, trauma, dan lainnya pada serviks.

Jenis-jenis Obat Penguat Kandungan
Masalah kandungan lemah bisa diatasi salah satunya dengan mengkonsumsi obat penguat kandungan. Apa sajakah jenis-jenisnya?
1. Allylestrenol
Jenis obat yang satu ini berasal dari progesteron sintetis, sehingga berfungsi untuk mempersiapkan rahim. Obat ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya keguguran, keguguran berulang, serta bermanfaat juga untuk mencegah kelahiran prematur.

Allylestrenol harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Dosis yang direkomendasikan adalah 5 mg hingga 10 mg selama satu bulan untuk mencegah keguguran (jika ada masalah kandungan).

2. Dydrogesterone
Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi endometriosis, ancaman keguguran, keguguran berulang, serta gangguan menstruasi. Manfaat lainnya adalah, obat bisa mengatasi kurangnya hormon progesteron. Dosis obat yang direkomendasikan adalah 20 mg hingga 30 mg dalam sehari untuk mencegah keguguran (hingga gejala berkurang). Untuk kondisi yang pernah keguguran, maka 10 mg selama 12 minggu usia kehamilan.

3. Micronised Progesterone
Obat ini mengandung progesteron termikronisasi yang berguna untuk mengatasi amenore primer dan sekunder, serta gangguan haid. Sama halnya dengan obat penguat kandungan sebelumnya, obat ini juga wajib di bawah pengawasan dokter.

4. Progesteron
Pada saat kondisi kandungan yang lemah, biasanya dokter akan memberikan obat yang memiliki kandungan zat aktif hormon progesteron. Hormon ini cukup penting untuk menambah kekuatan lapisan dinding rahim.

Dosis yang direkomendasikan adalah untuk kapsul dengan takaran 20 mg per hari selama 12 hari, supositoria (dimasukkan melalui vagina) dengan takaran 2 mg hingga 100 mg, dan injeksi dengan takaran 5 mg hingga 10 mg per hari selama 10 hari.

Efek Samping
Meskipun obat yang dikonsumsi untuk menguatkan kandungan, namun obat ini juga memiliki efek samping. Efek samping biasanya berbeda pada setiap obat yang dikonsumsinya. Penjelasannya sebagai berikut.

• Allylestrenol: perubahan berat badan, demam ringan saat hamil, sakit kepala ringan dan rasa lelah, jerawat atau ruam kulit.
• Dydrogesterone: gangguan trombosit dan disfungsi hati berat
• Micronised Progesterone: nyeri di bagian perut, pendarahan ringan pada vagina, mempengaruhi gula darah, sakit kepala ringan, dan mengalami pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Pengobatan Alami untuk Menguatkan Kandungan
Selain mengkonsumsi obat, seseorang juga bisa melakukan pengobatan alami untuk menguatkan kandungan. Ini bisa menjadi pilihan bagi yang memiliki alergi obat atau kesulitan dalam mengkonsumsi obat.
1. Telur
Telur adalah jenis makanan yang bisa menguatkan kandungan. Di dalamnya terdapat banyak gizi, terutama kandungan omega 3 dan protein yang berfungsi menguatkan kandungan. Dalam mengolahnya, hindari mengkonsumsi telur setengah matang, rebuslah hingga matang bagi ibu hamil.

2. Kacang kedelai
Kacang kedelai mengandung banyak sekali zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh, dantaranya asam phytic, zat isoflavon, dan zat saponin yang bermanfaat menjaga kesehatan tubuh.

Kacang kedelai juga merupakan makanan rendah lemak dan tinggi akan kandungan protein. Tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan kandungan, tapi juga bermanfaat pula untuk mencegah penyakit kanker, jantung, hingga pengeroposan tulang.

3. Brokoli
Seperti yang kita ketahui bersama, penting untuk mengkonsumsi sayuran setiap hari, termasuk brokoli. Sayuran ini kaya asam folat, kalsium, dan vitamin C. Sangat dianjurkan mengonsumsi brokoli 100 gram setiap hari bagi ibu hamil, dengan kondisi kandungan bermasalah. Selain itu, sayuran hijau ini pula bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dan anemia.

4. Yogurt
Ini adalah produk olahan susu sapi yang sangat baik untuk pencernaan. Selain itu, yogurt juga bermanfaat untuk menguatkan kandungan. Olahan susu yang satu ini mengandung kalsium dan protein tinggi, yang bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan janin di dalam kandungan.

Itulah informasi mengenai obat penguat kandungan yang bisa menjadi solusi untuk masalah kandungan yang lemah. Namun ada alternatif lain yang mungkin bisa dicoba, yakni pengobatan alami dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat yang bermanfaat untuk menguatkan janin, atau mencari berbagai info kesehatan yang diperlukan.

Walaupun begitu, sebagai orangtua yang bijak, hendaknya Anda konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan agar dapat memastikan langkah pasti apa yang seharusnya dilakukan ke depan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kesehatan kandungan, silakan kunjungi https://scotsfind.org/.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikaruniai Buah Hati usai 21 Tahun Menanti, Kisah Pasutri Ini Bikin Haru

Dikaruniai Buah Hati usai 21 Tahun Menanti, Kisah Pasutri Ini Bikin Haru

Lifestyle | Rabu, 09 Desember 2020 | 14:34 WIB

Rindu Memuncak, Momen Ayah Tak Bisa Bertemu Buah Hati, Ujungnya Bikin Mewek

Rindu Memuncak, Momen Ayah Tak Bisa Bertemu Buah Hati, Ujungnya Bikin Mewek

News | Selasa, 08 Desember 2020 | 06:57 WIB

Begini Cara Edric Tjandra Bagi Waktu Pekerjaan dengan Buah Hati

Begini Cara Edric Tjandra Bagi Waktu Pekerjaan dengan Buah Hati

Entertainment | Jum'at, 07 Februari 2020 | 20:03 WIB

Liburan Bersama Buah Hati ke 5 Tempat Wisata Keluarga di Bali

Liburan Bersama Buah Hati ke 5 Tempat Wisata Keluarga di Bali

Lifestyle | Selasa, 21 Januari 2020 | 09:49 WIB

Cara Unik Artika Sari Devi Dekati Buah Hati Membangun Relationship

Cara Unik Artika Sari Devi Dekati Buah Hati Membangun Relationship

Lifestyle | Senin, 23 Desember 2019 | 12:30 WIB

Hari Anak Nasional, Ini 4 Destinasi Wisata Air untuk Manjakan Buah Hati

Hari Anak Nasional, Ini 4 Destinasi Wisata Air untuk Manjakan Buah Hati

Lifestyle | Selasa, 23 Juli 2019 | 14:05 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB