Keguguran Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini? Begini Penjabarannya

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 05 April 2021 | 14:30 WIB
Keguguran Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini? Begini Penjabarannya
Ilustrasi ibu hamil sedang bersedih. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang menggunakan data dari Nurses Health Study II menemukan bahwa perempuan yang mengalami keguguran tampaknya lebih mungkin meninggal sebelum usia 70 tahun dibandingkan mereka yang tak pernah mengalami kegugutan. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal BMJ.

Melansir dari Everyday Health, studi menemukan bahwa ada hubungan antara keguguran dan kematian dini, terutama keguguran sebelum usia 24 tahun atau yang mengalami tiga kali atau lebih keguguran.

"Ada semakin banyak bukti bahwa berbagai peristiwa reproduksi sepanjang hidup seorang wanita termasuk keguguran, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian dini di kemudian hari," kata Jorge Chavarro, MD, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston dan rekan penulis dari penelitian.

"Peristiwa seperti keguguran bisa menjadi tanda peringatan dini bagi perempuan dan dokter mereka bahwa mereka mungkin memiliki kerentanan tinggi terhadap kondisi ini," katanya.

Penelitian sebelumnya telah telah menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat keguguran memiliki risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2. Tetapi tidak banyak bukti yang mengaitkan keguguran dengan risiko kematian dini.

ilustrasi keguguran [shutterstock]
ilustrasi keguguran [shutterstock]

Untuk mengeksplorasi hubungan ini lebih jauh, para peneliti menggunakan data dari 101.681 peserta penelitan. Para perempuan tersebut menyelesaikan kuesioner setiap dua tahun selama masa tindak lanjut dan ditanya tentang kehamilan.

Para peneliti menemukan bahwa 25,6 persen perempuan (26.102) memiliki setidaknya satu kehamilan yang berakhir dengan keguguran. Selama masa tindak lanjut 24 tahun, telah terjadi 2.936 kematian dini di antara perempuan termasuk 1.346 kematian akibat kanker dan 269 kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Tingkat kematian dari semua penyebab sebanding untuk perempuan dengan dan tanpa riwayat keguguran (1,24 per 1.000 orang per tahun), tetapi lebih tinggi untuk perempuan yang mengalami tiga atau lebih keguguran (1,47 per 1.000 orang per tahun) dan untuk perempuan yang melaporkan keguguran pertama mereka sebelum usia 24 (1,69 per 1.000 orang per tahun).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Opick Nangis Bahagia, Istri Akhirnya Hamil Setelah 3 Tahun Menanti

Opick Nangis Bahagia, Istri Akhirnya Hamil Setelah 3 Tahun Menanti

Entertainment | Senin, 05 April 2021 | 13:22 WIB

Selandia Baru Beri Hak Cuti Bagi Perempuan Keguguran, Bagaimana Indonesia?

Selandia Baru Beri Hak Cuti Bagi Perempuan Keguguran, Bagaimana Indonesia?

News | Senin, 05 April 2021 | 11:43 WIB

Kesuburan Lelaki VS Perempuan, Mana yang Berpengaruh Terhadap Kehamilan?

Kesuburan Lelaki VS Perempuan, Mana yang Berpengaruh Terhadap Kehamilan?

Health | Minggu, 04 April 2021 | 21:41 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB