Agar Lebih Efektif, Benarkah Vaksin Covid-19 Buatan China Mesti Dicampur?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 12 April 2021 | 14:03 WIB
Agar Lebih Efektif, Benarkah Vaksin Covid-19 Buatan China Mesti Dicampur?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Pernyataan pejabat otoritas kesehatan China terkait dengan vaksin Covid-19 buatan mereka menuai kontroversi. Banyak media memberitakan bahwa Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menyebut bahwa efektivitas vaksin Covid-19 buatan mereka rendah.

Tapi ia membantah hal itu, dan mengatakan bahwa media keliru mengutipnya. Ia menegaskan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk mencampurkan vaksin Covid-19 sebagai cara untuk meningkatkan kemanjurannya.

Data yang tersedia menunjukkan vaksin Cina tertinggal dari yang lain termasuk Pfizer dan Moderna dalam hal kemanjuran, tetapi memiliki persyaratan penyimpanan yang tidak terlalu memberatkan. Demikian seperti dilansir dari The Independent.

Hongaria, Serbia, Turki, dan Brasil termasuk di antara negara-negara yang menggunakan vaksin dari China, termasuk suntikan yang dibuat oleh Sinovac, sebuah perusahaan swasta, dan Sinopharm milik negara.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Kemanjuran sinovac ditemukan serendah 50,4 persen oleh para peneliti di Brasil, mendekati ambang batas 50 persen di mana para ahli kesehatan mengatakan vaksin itu berguna. Sebagai perbandingan, vaksin Pfizer-BioNTech terbukti 97 persen efektif.

Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan dalam sebuah konferensi di kota barat daya Chengdu bahwa vaksin China saat ini "tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi".

Langkah-langkah untuk “mengoptimalkan” vaksin termasuk mengubah jumlah dosis dan lamanya waktu antar dosis.

"Sekarang dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi," katanya.

Sebagai informasi Beijing telah mendistribusikan ratusan juta dosis ke luar negeri sambil mencoba menabur keraguan tentang keefektifan vaksin Pfizer-BioNTech yang dibuat menggunakan proses messenger RNA, atau mRNA, yang sebelumnya eksperimental.

baca juga

Pejabat pada konferensi pers hari Minggu tidak menanggapi secara langsung pertanyaan tentang komentar Gao atau kemungkinan perubahan dalam rencana resmi. Tetapi pejabat CDC lainnya, Wang Huaqing, mengatakan pengembang sedang mengerjakan vaksin berbasis mRNA.

“Vaksin mRNA yang dikembangkan di negara kita juga sudah memasuki tahap uji klinis,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua BEM UI Minta Setop Politisasi Vaksin Nusantara

Ketua BEM UI Minta Setop Politisasi Vaksin Nusantara

Health | Senin, 12 April 2021 | 13:48 WIB

Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV dan Kanker dengan Teknologi mRNA

Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV dan Kanker dengan Teknologi mRNA

Health | Senin, 12 April 2021 | 13:34 WIB

Kasus Meroket Lagi, India Larang Ekspor Obat hingga Bahan Vaksin Covid-19

Kasus Meroket Lagi, India Larang Ekspor Obat hingga Bahan Vaksin Covid-19

News | Senin, 12 April 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB