Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV dan Kanker dengan Teknologi mRNA

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 12 April 2021 | 13:34 WIB
Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV dan Kanker dengan Teknologi mRNA
Ilustrasi penelitian (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan sedang bereksperimen dengan teknologi vaksin Covid-19 sebagai cara untuk mengobati penyakit mematikan seperti kanker dan HIV, yakni mRNA.

Pada vaksin Covid-19, teknologi ini menggunakan sepotong kecil protein lonjakan partikel virus corona untuk menciptakan respons sistem kekebalan yang melindungi infeksi Covid-19.

Ini adalah pendekatan yang telah dipelajari para peneliti selama 25 tahun terakhir.

Keberhasilan penggunaan metode ini dalam pengembangan vaksin Covid-19 membuat peneliti mencari cara untuk menerapkannya juga bagi perawatan penyakit lainnya.

Ilmuwan bersiap mempelajari mRNA untuk pengobatan kanker dan HIV

Para ilmuwan di Pusat Kanker MD Anderson Universitas Texas sedang bersiap untuk mempelajari mRNA sebagai pengobatan kanker, lapor Insider.

Pemimpin uji klinis, ahli onkologi Van Morris, mengatakan timnya percaya teknologi mRNA dapat digunakan untuk mencegah kekambuhan kanker.

Ilustrasi laboratorium (Unsplash)
Ilustrasi laboratorium (Unsplash)

Kanker memang dapat kambuh kembali, namun bervariasi tergantung jenis kanker. Paling umum ini terjadi pada kanker ovarium, kanker kandung kemih, dan glioblastoma.

Kekambuhan terjadi ketika sejumlah kecil sel kanker tetap berada di dalam tubuh setelah perawatan, berkembang biak, dan dalam beberapa kasus berpindah ke area lain di tubuh.

Dalam uji coba yang saat ini masih dalam tahap kedua, dokter menguji pasien kanker yang tumornya diangkat dan menjalani kemoterapi. Hasil tes mengungkapkan sel kanker masih beredar di seluruh tubuh mereka, kemudian peneliti membuat koktail mRNA individual.

"Kami memprioritaskan sistem kekebalan untuk mengejar sisa sel tumor, membersihkannya dan menyembuhkan pasien," kata Morris.

Sementara itu, ilmuwan di Scripps University, California, juga mengamati efek teknologi mRNA terhadap HIV dalam uji coba Fase I. Studi dibantu oleh ahli imunologi di Scripps Research William Schief.

Mirip dengan cara vaksin Covid-19 menempel pada protein virus dan membunuhnya, Schief mengatakan vaksin HIV dapat melakukan hal yang sama pada partikel HIV.

Di sisi lain, ilmuwan Universitas Oxford yang sebelumnya bekerja sama dengan AstraZeneca dalam mengembangkan vaksin Covid-19, sedang mengerjakan vaksin untuk mengobati infeksi menular seksual gonore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Vaksin Covid-19 Jenis mRNA 90 Persen Efektif

CDC: Vaksin Covid-19 Jenis mRNA 90 Persen Efektif

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 06:30 WIB

Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi

Studi: Termasuk Pfizer dan Moderna, Vaksin Corona mRNA Minim Risiko Alergi

Health | Rabu, 10 Maret 2021 | 19:33 WIB

Risiko Bahaya Vaksin mRNA dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Risiko Bahaya Vaksin mRNA dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Senin, 01 Maret 2021 | 21:51 WIB

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB