Dua Wanita Hamil di Hong Kong Keguguran setelah Vaksinasi Covid-19 Pfizer

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 19 April 2021 | 19:05 WIB
Dua Wanita Hamil di Hong Kong Keguguran setelah Vaksinasi Covid-19 Pfizer
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Dua wanita hamil di Hong Kong yang mendapat vaksin Pfizer mengalami keguguran. Meski begitu, belum diketahui kaitannya dengan vaksinasi dan otoritas kesehatan setempat sedang menilai kasus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu pekan lalu, Departemen Kesehatan mengungkapkan telah menerima laporan kasus keguguran pertama sejak program vaksinasi virus corona dua bulan lalu.

"Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua kasus tersebt terkait dengan vaksinasi," kata pernyataan Departemen Kesehatan, dilansir South China Morning Post.

Salah satu kasus menimpa wanita berusia 32 tahun. Ia dirawat di Rumah Sakit Queen Mary pada Minggu pekan lalu karena pendarahan vagina dan sakit perut bagian bawah.

Wanita ini mengalami keguguran pada hari yang sama, dengan janin meninggal berusia sekitar 23 hingga 24 minggu.

Ibu hamil (Unsplash)
Ibu hamil (Unsplash)

Dia telah menerima dosis vaksin Pfizer di Pusat Vaksinasi Komunitas Rumah Sakit St Paul pada Kamis sebelumnya.

Tidak ada catatan keluhan merasa tidak enak badan selama observasi di pusat vaksin. Pihak berwenang juga tidak menyatakan apakah dia telah memberi tahu petugas vaksin bahwa dirinya hamil.

Sementara kasus lainnya terjadi pada wanita 32 tahun yang dilarikan ke Rumah Sakit Queen Elizabeth pada 31 Maret karena pendarahan vagina. Kemudian, ia didiagnosis mengalami keguguran.

Dia telah menerima satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech di Pusat Vaksinasi Komunitas Pusat Bulutangkis Choi Hung Road pada 23 Maret.

baca juga

Kedua kasus tersebut terungkap setelah sumber medis memberi tahu media tentang insiden itu. Sedangkan departemen tersebut mengatakan telah menerima laporan pada 12 dan 8 April, menimbulkan pertanyaan mengapa ada penundaan dalam publikasi.

Di sisi lain, Pfizer telah mengatakan vaksin Covid-19 produksinya tidak direkomendasikan selama kehamilan, kecuali seseorang dianggap berisiko sangat tinggi terpapar dan menderita komplikasi akibat infeksi virus corona.

Presiden Society of Hospital Pharmacists, William Chui Chun-ming, mengatakan kepada publik untuk tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum penyelidikan selesai.

"Wanita hamil, yang memiliki penyakit kronis dan tidak stabil, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, akan lebih berisiko terkena efek samping parah dari vaksinasi Covid-19, sama seperti orang lain yang mengidap penyakit tersebut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelebihan atau Kekurangan Berat Badan Tingkatkan Risiko Keguguran Berulang

Kelebihan atau Kekurangan Berat Badan Tingkatkan Risiko Keguguran Berulang

Health | Senin, 19 April 2021 | 07:25 WIB

Keguguran Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini? Begini Penjabarannya

Keguguran Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini? Begini Penjabarannya

Health | Senin, 05 April 2021 | 14:30 WIB

Selandia Baru Beri Hak Cuti Bagi Perempuan Keguguran, Bagaimana Indonesia?

Selandia Baru Beri Hak Cuti Bagi Perempuan Keguguran, Bagaimana Indonesia?

News | Senin, 05 April 2021 | 11:43 WIB

Terkini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

×