Mau Donor Plasma Konvalesen? Coba Perhatikan Beberapa Kondisi Berikut

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Selasa, 27 April 2021 | 18:28 WIB
Mau Donor Plasma Konvalesen? Coba Perhatikan Beberapa Kondisi Berikut
Ilustrasi Donor Plasma Konvalesen [ANTARA]

Suara.com - Terapi plasma konvalesen adalah pengobatan eksperimental yang telah membantu banyak pasien Covid-19 sembuh lebih cepat. Lalu seperti apa metode donor plasma tersebut?

Melansir dari Healthshots, terapi plasma yang juga disebut terapi plasma penyembuhan adalah prosedur untuk menyembuhkan virus corona. Dalam perawatan ini, bagian cairan kekuningan dari darah yang diambil dari seseorang yang telah sembuh dari Covid-19.

Cairan ini kemudian disuntikkan ke pasien yang menderita infeksi. Laboratorium dapat memisahkan plasma dari darah melalui proses yang disebut sentrifugasi.

Plasma membantu menyembuhkan Covid-19 karena mengandung antibodi. Ketika tubuh Anda berhasil melawan infeksi, antibodi yang dihasilkannya disimpan dalam plasma. Dengan menyuntikkan plasma dari seseorang yang telah pulih ke seseorang yang mengidap Covid-19, orang tersebut kemungkinan besar sembuh lebih cepat.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), waktu terbaik untuk menyumbang plasma darah adalah sekitar dua minggu setelah Anda sembuh total dari infeksi. Tapi jika Anda ingin mendonor plasma, Anda perlu menunjukkan bukti bahwa Anda pernah tertular Covid-19.

Pelaksanaan donor plasma konvalesen di Jember.[Humas PMI Jember]
Pelaksanaan donor plasma konvalesen di Jember.[Humas PMI Jember]

Berikut beberapa kriteria ideal untuk mendonorkan plasma konvalesen, antara lain:

1. Pendonor harus berbobot 55 kilogram ke atas

2. Berusia antara 18 hingga 60 tahun

3. Diutamakan laki-laki, jika perepuan belum pernah hamil

baca juga

4. Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir

5. Pendonor sebaiknya memiliki gejala saat terinfeksi Covd-19 (demam, pilek, batuk, dll), karena pasien tersebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki antibodi anti-SARS-Cov-2 IgG dibandingkan dengan pasien tanpa gejala.

6. Dilakukan 28 hari setelah gejala sembuh total

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilihan Ngabuburit Online Ini Perlu Dicoba Agar Tetap Seru Meski di Rumah

Pilihan Ngabuburit Online Ini Perlu Dicoba Agar Tetap Seru Meski di Rumah

Banten | Selasa, 27 April 2021 | 17:45 WIB

Jual Pemutih Berbahaya yang Diklaim Obat Covid-19, Pria Ini Diadili

Jual Pemutih Berbahaya yang Diklaim Obat Covid-19, Pria Ini Diadili

Health | Selasa, 27 April 2021 | 17:25 WIB

Sumbar Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Seruan Pakar

Sumbar Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Seruan Pakar

Sumbar | Selasa, 27 April 2021 | 17:15 WIB

Terkini

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

Di Balik Angka Delapan LRT Manggarai: Diplomasi Santai Pramono dan Sinyal Politik Prabowo

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Kemenkeu Akan Evaluasi Ketat Insentif Pajak ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

PAN Keberatan PT Naik 5 Persen: Bukan Khawatir Tak Lolos ke Senayan

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:11 WIB

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:10 WIB

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

Sopir Travel Dituduh Intel lalu Ditembak, DPR Mengecam: TPNPB-OPM Jangan Main Hakim Sendiri!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

Draf Regulasi Mandek 8 Bulan, Menteri HAM Pigai: Mensesneg Ini yang Saya Kritik!

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:02 WIB

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Mitos Kelas Menengah: Ketika Kelas Ekonomi Gagal Ungkap Kerentanan Pekerja

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 16:00 WIB

×