Awas! Anak Belajar Puasa Bisa Berisiko Hipoglikemia

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 28 April 2021 | 11:10 WIB
Awas! Anak Belajar Puasa Bisa Berisiko Hipoglikemia
Ilustrasi melatih anak puasa. [Shutterstock]

Suara.com - Orangtua perlu memperhatikan kondisi fisik anak yang masih belajar berpuasa ketika bulan Ramadhan. Dokter anak mengingatkan, anak-anak bisa saja mengalami lemas selama berpuasa. 

Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A., mengatakan bahwa pada umumnya, hal-hal yang membuat anak lemah saat berpuasa lantaran anak berpuasa tidak bertahap sesuai kemampuannya. 

"Sebenarnya tidak ada patokan baku kapan waktu yang tepat bagi anak untuk berpuasa. Anak balita pun boleh berpuasa. Hanya saja, sebaiknya seorang anak dapat berpuasa secara bertahap, tidak langsung puasa sampai Maghrib," kata dokter Ayi dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com. 

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Ia mencontihkan, untuk usia 4 tahun, anak cukup dilatih dengan puasa selama 3-4 jam tanpa makan. Sedangkan, 5-7 tahun dikategorikan sebagai usia yang cukup untuk menanamkan pengertian tentang puasa dan makanannya. Pada usia tersebut, menurut dr. Ayi, anak-anak cenderung sudah mulai berpikir kritis. 

"Inilah masa-masa paling penting dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Sementara, anak yang berusia di bawah 7 tahun menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami hipoglikemia apabila berpuasa. Selain itu, mereka juga lebih rentan mengalami kekurangan cairan. Dan perubahan pola tidur akibat bangun sahur juga dapat berdampak pada kemampuannya di sekolah. 

“Maka dari itu, agar anak tetap fit dan tidak lemas, lakukan durasi puasa secara bertahap. Jika tidak kuat, silahkan berbuka puasa karena anak-anak hukumnya belum wajib berpuasa,” kata dr. Ayi.

Agar dapat memotivasi anak selama latihan berpuasa, dokter Ayi membagikan beberapa tips sebagai berikut:

  1. Boleh memberi reward yang sederhana untuk membuat anak bersemangat. Misalnya dengan membuatkan makanan atau minuman favoritnya untuk berbuka puasa.
  2. Tanamkan keinginan berpuasa dalam hati anak-anak dengan cara memberikan pendidikan agama secara tersirat.
  3. Beri anak pengenalan sederhana mengenai manfaat puasa untuk kesehatan. Seperti untuk memperbaiki sel-sel kekebalan tubuh yang rusak agar ia tidak mudah sakit sehingga bisa belajar dan bermain lebih lama. Hal ini terjadi karena pada saat berpuasa, sistem kekebalan di dalam tubuh akan menghemat energi dengan cara meregenerasi sel-sel kekebalan tubuh yang rusak atau sudah tua untuk diganti dengan sel imunitas yang baru. Dengan memahami manfaat puasa untuk kesehatan, anak-anak tentu akan lebih bersemangat dalam menjalankan puasa.
  4. Tumbuhkan semangat kompetitif. Misalnya, ibu bisa memberi contoh kepada anak mengenai teman-teman seusianya yang sudah mulai berpuasa. Dengan hal seperti ini, ia tentu akan kembali bersemangat dan tidak mau kalah dengan teman-temannya yang sudah mulai berpuasa.
  5. Ajarkan puasa secara bertahap.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Puasa Hari ke 17 Ramadhan Lengkap dengan Artinya

Doa Puasa Hari ke 17 Ramadhan Lengkap dengan Artinya

News | Rabu, 28 April 2021 | 10:35 WIB

Golongan Anak Paling Berisiko Stunting dan Berita Kesehatan Populer Lainnya

Golongan Anak Paling Berisiko Stunting dan Berita Kesehatan Populer Lainnya

Health | Rabu, 28 April 2021 | 10:19 WIB

Hamil Saat Kisruh dengan Sule, Nathalie Holscher: Hadiah Bulan Puasa

Hamil Saat Kisruh dengan Sule, Nathalie Holscher: Hadiah Bulan Puasa

Sumbar | Rabu, 28 April 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×