Wanita Tidak Berisiko Tinggi Alami Pembekuan Darah Usai Vaksin, Kenapa?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 29 April 2021 | 16:45 WIB
Wanita Tidak Berisiko Tinggi Alami Pembekuan Darah Usai Vaksin, Kenapa?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Vaksin AstraZeneca untuk virus corona Covid-19 telah dikaitkan dengan efek samping berupa pembekuan darah, terutama pada wanita.

Tapi, Profesor Sir Munir Pirmohamed, ketua Komisi Obat-obatan Manusia mengatakan tidak ada bukti kalau wanita berisiko lebih besar dari pembekuan darah setelah suntik vaksin AstraZeneca.

Tapi, kasus pembekuan darah yang langka ini meningkat sejalan dengan peluncuran vaksin Covid-19 yang cepat. Bukti ini menguatkan bahwa vaksin AstraZeneca adalah penyebab utama dari pembekuan darah langka, yang biasanya terjadi otak dan perut.

Sayangnya, belum ada bukti jelas mengenai hubungan antara vaksin Covid-19 dengan masalah pembekuan darah langka ini. Regulator di Inggris, MHRA, telah melaporkan lebih banyak kasus dan kematian pada wanita dibandingkan dengan pria.

Namun, para ahli mengatakan pembekuan darah ini nampaknya disebabkan oleh peluncuran vaksin Covid-19, bukan karena wanita memiliki risiko yang lebih tinggi.

Profesor Sir Munir Pirmohamed, ketua Komisi Obat-obatan Manusia, menyampaikan ada dua hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama adalah cara penggunaan vaksin, terutama pada petugas kesehatan dan pekerja perawatan sosial.

Ilustrasi pembekuan darah (Freepik/sci8indy)
Ilustrasi pembekuan darah (Freepik/sci8indy)

"Mayoritas tenaga kerja di sana adalah perempuan sehingga mereka memiliki tingkat keterpaparan yang lebih tinggi," kata Profesor Sir Munir dikutip dari The Sun.

Saat Anda mulai menghubungan dengan tingkat keterpaparan di populasi yang berbeda, mereka menemukan bahwa tingkat kejadian kasus pembekuan darah antara pria dan wanita sangat mirip.

"Tapi, data kami di Inggris menunjukkan perempuan tidak memiliki risiko pembekuan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki," jelasnya.

baca juga

Profesor John Aston, Profesor Statistik dalam Kehidupan Publik, Universitas Cambridge, mengaku sangat setuju mengenai hal tersebut. Regulator UE juga mengatakan bahwa sebagian besar kasus pembekuan darah terjadi pada wanita, tidak ada faktor risiko spesifik yang dikonfirmasi.

"Satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko pembekuan darah adalah usia. Kelompok usia lebih muda memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lebih tua," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Targetkan 256 Ribu Pekerja Transportasi Divaksin Covid-19

Pemprov DKI Targetkan 256 Ribu Pekerja Transportasi Divaksin Covid-19

News | Kamis, 29 April 2021 | 16:34 WIB

Peneliti Temukan Tanda Seseorang Pernah Terinfeksi Covid-19, Apa Itu?

Peneliti Temukan Tanda Seseorang Pernah Terinfeksi Covid-19, Apa Itu?

Health | Kamis, 29 April 2021 | 15:53 WIB

Pemerintah Malaysia Setop Vaksin AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

Pemerintah Malaysia Setop Vaksin AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

News | Kamis, 29 April 2021 | 15:49 WIB

Terkini

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

×