Setahun Pandemi, Masyarakat Papua Nugini Masih Tidak Percaya Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 03 Mei 2021 | 10:45 WIB
Setahun Pandemi, Masyarakat Papua Nugini Masih Tidak Percaya Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah melanda seluruh dunia lebih dari setahun. Selama itu, 153,47 juta lebih orang telah terinfeksi virus corona. Sebanyak 3,21 juta jiwa meninggal akibat infeksi saluran pernapasan tersebut, menurut data pada situs worldometers.info per Senin (3/4) pukul 08.05 WIB.

Namun, meski setiap hari ratusan ribu orang dari berbagai negara dilaporkan terinfeksi Covid-19, ribuan orang meninggal karenanya, hingga tenaga kesehatan mewalahan menangani lonjakan pasien, tetapi masih ada yang tidak percaya dengan keberadaan Covid-19.

Kondisi itu pula yang tengah dialami Papua Nugini. Dikutip dari BBC, masyarakat Papua Nugini beranggapan bahwa orang-orang yang terinfeksi Covid-19 menandakan pengguna ilmu sihir.

"Beberapa minggu yang lalu, salah satu petugas kesehatan di fasilitas pedesaan meninggal karena Covid-19 dan istri serta putrinya disiksa karena keyakinan pada sihir. Kemudian mereka dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 juga," jelas Justine McMahon, Direktur Care International sebuah badan amal pembangunan.

Rumor mengenai ilmu hitam menjadi pusaran konspirasi, kecurigaan, dan disinformasi yang memperparah kondisi pencegahan paparan virus corona di Papua Nugini. Direktur Program Kepulauan Pasifik di Lowy Institute Jonathan Pryke juga mengatakan, masyarakat Papua Nugini juga tidak percaya dengan program vaksinasi Covid-19.

"Kesalahan informasi menyebar lebih cepat daripada virus. Ada tingkat skeptisisme yang tinggi terhadap vaksinasi. Media sosial benar-benar memicu kesalahan informasi dan ketidakpercayaan terhadap vaksin," kata Pryke.

Jumlah kasus Covid-19 di Papua Nugini tercatat hanya di bawah 11.000 infeksi dan 107 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins. Tetapi para ahli meragukan laporan tersebut karena tingkat pengujian yang rendah. Juga pasien yang terinfeksi Covid-19 tidak mencari pengobatan dan kematian tidak teridentifikasi.

"Covid telah tumbuh secara eksponensial sejak Natal. Ini sangat buruk," kata Pryke kepada BBC.

"Sistem kesehatan begitu meregang hingga mencapai titik puncak sehingga benar-benar tidak dapat menangani lonjakan. Statistik resmi justru meremehkan seberapa parah tantangan yang disebabkan infeksi tersebut," imbuhnya.

Menurut Pryke, satu-satunya hal yang benar-benar melindungi Papua Nugini dari krisis Covid-19 karena populasi mereka yang didominasi usia muda. Sehingga meski banyak yang terinfeksi tetapi juga kemungkinan besar bisa pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits: Covid-19 Virus Musiman, Akun TikTok Sindir Bau Vagina

Hits: Covid-19 Virus Musiman, Akun TikTok Sindir Bau Vagina

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 10:41 WIB

Kasus Covid-19 Riau Melonjak Drastis, Syamsuar Larang Mudik Lokal

Kasus Covid-19 Riau Melonjak Drastis, Syamsuar Larang Mudik Lokal

Riau | Senin, 03 Mei 2021 | 10:40 WIB

Tanah Abang Padat, Warga Tak Percaya COVID-19, Netizen: Percaya Babi Ngepet

Tanah Abang Padat, Warga Tak Percaya COVID-19, Netizen: Percaya Babi Ngepet

Jakarta | Senin, 03 Mei 2021 | 09:28 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB