Ahli: Hidup Mungkin akan Terasa Normal Walau Herd Immunity Belum Tercapai

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 04 Mei 2021 | 12:16 WIB
Ahli: Hidup Mungkin akan Terasa Normal Walau Herd Immunity Belum Tercapai
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, banyak ahli mengatakan mencapai kekebalan kelompok itu sangat penting agar hidup kembali normal atau seperti sedia kala. Tetapi sekarang mereka mengatakan sebaliknya.

Kekebalan kelompok atau herd immunity terjadi ketika sebagian besar masyarakat kebal terhadap penyakit tertentu, yang dicapai baik melalui infeksi alami maupun vaksinasi.

Katika suatu populasi mencapai herd immunity, virus tidak lagi bisa 'ke mana-mana', dan penyakitnya berkurang. Bahkan, orang yang tidak memiliki kekebalan pun terlindungi dari infeksi.

Berapa banyak orang yang perlu kebal untuk memberikan perlindungan terhadap populasi bergantung pada seberapa menularnya.

Untuk Covid-19, dilansir CNN, para ahli berpikir angkanya bisa mencapai 70 hingga 90 persen dari populasi kebal terhadap virus corona. Tetapi saat ini dunia sama sekali belum mendekati level tersebut.

Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

"Mengingat di mana kita saat ini, saat kita melihat Amerika Serikat dan ke seluruh dunia, sepertinya itu tidak akan terjadi di masa mendatang," kata Lauren Ancel Meyers, direktur Covid-19 Modeling Consortium di University of Texas, Austin.

Terlebih ada banyak faktor yang tidak menguntungkan, seperti mamvaksinasi begitu banyak orang hampir tidak mungkin, virus menyebar terlalu cepat, varian yang lebih menular mengancam efektivitas vaksin, masalah akses vaksin dan kesetaraan, dan lain sebagainya.

"Kami tahu seberapa cepat virus ini menyebar dan seberapa diam-diam. Kami benar-benar harus meminta banyak orang diimunisasi sebelum kami memberantas virus ini," sambung Meyers.

Namun, ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan, Bill Hanage, mengatakan hanya sedikit penyakit menular yang pernah punah secara global. Salah satunya cacar.

Tetapi menurutnya dunia tidak harus hidup terkunci selamanya. Misalnya di Israel, setelah sekitar 50 hingga 55 persen populasi divaksinasi kasusnya menurun drastis.

"Kami kemungkinan bisa mendapatkan kekebalan yang cukup dalam populasi di mana virus bukanlah ancaman utama di mana-mana," ujar Hanage.

Meski begitu, pemerintah kesehatan harus tetap memperhatikan kasus dan varian virus corona yang beredar. Tetapi menurut Hanage, orang sudah dapat kembali ke tingkat perilaku normal.

"Kita akan sampai di sana pada akhirnya, dan mudah-mudahan melalui (kekebalan dari) vaksinasi, bukan infeksi. Karena infeksi dapat membunuh orang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Herd Immunity, Uni Eropa Yakin Sukses Vaksinasi 70 % Hingga Juli

Kejar Herd Immunity, Uni Eropa Yakin Sukses Vaksinasi 70 % Hingga Juli

News | Selasa, 27 April 2021 | 07:51 WIB

Vaksin Nusantara Tak Ciptakan Herd Immunity dan 4 Berita Kesehatan Menarik

Vaksin Nusantara Tak Ciptakan Herd Immunity dan 4 Berita Kesehatan Menarik

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 21:20 WIB

Ahli Kesehatan Masyarakat: Vaksin Nusantara Tak Bisa Ciptakan Herd Immunity

Ahli Kesehatan Masyarakat: Vaksin Nusantara Tak Bisa Ciptakan Herd Immunity

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB