Hari Talasemia Sedunia: Situasi Miris Penyandang Saat Pandemi dan Ramadhan

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 06 Mei 2021 | 12:41 WIB
Hari Talasemia Sedunia: Situasi Miris Penyandang Saat Pandemi dan Ramadhan
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)

Suara.com - Tanggal 8 Mei selalu diperingati sebagai Hari Talasemia Sedunia. Peringatan ini dihelat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang keberadaan salah satu penyakit kronik tersebut.

Penyandang talasemia umumnya harus ketergantungan transfusi darah seumur hidup agar bisa beraktivitas selaiknya orang normal. Ini terjadi akibat kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah yang kurang dari normal, karena kelainan genetik.

Namun mirisnya Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PP PHTDI) Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, SpPD – KHOM mengungkap fakta kehidupan para penyandang talasemia di masa pandemi Covid-19, terlebih di bulan Ramadhan saat ini.

Stok darah turun drastis, diikuti jumlah pendonor yang juga ikut berkurang karena tengah menjalani ibadah puasa.

"Sangat berdampak sekali, kasian penderita talasemia ini mereka membutuhkan darah donor, sekarang donor tidak boleh keluar atau takut, akibatnya penderita talasemia harus mencari donor darah sendiri," ujar Dr. Tubagus dalam diskusi virtual bersama Kementerian Kesehatan RI, Rabu (5/5/2021).

Kenyataan ini juga dibenarkan Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) H. Ruswandi, yang mengungkap keadaan pasien talasemia anak yang kesulitan mendapatkan darah.

"Oleh karena banyak donor malas datang ke RS untuk mendonorkan darahnya, karena dikhawatirkan adanya Covid-19 tersebut," ungkap Ruswandi.

Alhasil, Ruswandi dan rekan-rekannya harus memutar otak mencari cara agar para penyandang talasemia mendapatkan donor darah sesuai kebutuhannya. 

Maka dibuatlah program 6-1, yang artinya disediakan 6 orang pendonor untuk satu orang penyandang talasemia, saat ini sedang dicari dan dijalankan agar bisa berjalan sesuai target.

baca juga

Sementara itu Dr. Tubagus mengaku sedang berdiskusi dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat agar bisa memberikan akses dan data zona hijau stok donor darah.

Maksudnya zona hijau ialah stok darah yang melimpah atau cukup di satu daerah diberikan untuk para penyandang talasemia di daerah lain yang membutuhkan. Sayangnya, kata Dr. Tubagus terkendala jarak dan transportasi.

"Cuman nanti siapa yang yang bayar transportnya," imbuhnya.

Namun solusi ini lebih baik, dibanding darah yang sudah disimpan lebih dari 13 hari harus dibuang karena tidak bisa digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skrining Sebelum Nikah, Cara Putus Mata Rantai Talasemia di Indonesia

Skrining Sebelum Nikah, Cara Putus Mata Rantai Talasemia di Indonesia

Health | Rabu, 05 Mei 2021 | 13:58 WIB

Kepada Penyintas Talasemia, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Kepada Penyintas Talasemia, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 14 April 2021 | 15:57 WIB

Pasien Inflammatory Bowel Disease Harus Jalani Pengobatan Seumur Hidup

Pasien Inflammatory Bowel Disease Harus Jalani Pengobatan Seumur Hidup

Surakarta | Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB

Terkini

BCIC Terus Genjot Pembiayaan Hijau

BCIC Terus Genjot Pembiayaan Hijau

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Investor Rebutan Masuk! Lelang SRBI Bank Indonesia Tembus Rp43,5 Triliun

Investor Rebutan Masuk! Lelang SRBI Bank Indonesia Tembus Rp43,5 Triliun

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru

Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:39 WIB

3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti

3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan

Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran

Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?

Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M

Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M

Entertainment | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang

Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang

Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang

Bekaci | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:09 WIB

×