Apa itu Guillain-Barre Syndrome? Penyakit yang Diderita Guru Susan

Rifan Aditya

Kamis, 06 Mei 2021 | 20:34 WIB
Apa itu Guillain-Barre Syndrome? Penyakit yang Diderita Guru Susan
Apa itu Guillain-Barre Syndrome atau sindrom Guillain-Barre - Kapolres Sukabumi AKBP Lukman saat memberikan bantuan dari Presiden RI Jokowi untuk Susan Antela guru SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang mengelami GBS. (ANTARA/Aditya Rohman)

Suara.com - Susan Antela, seorang guru di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, didiagnosis oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (KIPI) mengalami Guilain-Barre Syndrome, yaitu kondisi penyakit saraf. Lantas, seperti apa itu Guillain-Barre Syndrome atau sindrom Guillain-Barre?

Kasus guru Susan ini disampaikan Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Safari, bahwa pihaknya telah selesai menginvestigasi gejala dan kelumpuhan yang dialami Susan. Simak penjelasan apa itu Guillain-Barre berikut ini.

Apa itu Guillain-Barre Syndrome?

Sindrom Guilain-Barre merupakan kelainan autoimun langka yang dapat mempengaruhi syaraf. Simak penjelasan sindrom Guillain-Barre dilansir dari beberapa sumber penelitian dan media internasional.

  1. Dikutip dari Healthline, sistem kekebalan menyerang sel saraf di sistem saraf tepi, yaitu jaringan saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan kelemahan otot, mati rasa, dan kesemutan, hingga akhirnya bisa membuat kelumpuhan.
  2. Melansir dari Nhs.uk, sindrom Guillain-Barre mempengaruhi kaki, tangan, dan tungkai. Sindrom penyakit saraf ini dapat dialami oleh segala usia. Namun sindrom Guilain-Barre dialami lebih sering oleh orang dewasa, dan laki-laki daripada wanita.
  3. Guillain-Barre Syndrome, menurut Institute of Neurological Disorders and Stroke, dialami hanya 1 dari 100.000 orang Amerika.

Gejala Sindrom Guillain-Barre

Gejala yang sering muncul dimulai dari kaki dan tangan sebelum menyebar ke lengan dan tungkai. 

Gejala-gejala yang diuraikan di bawah ini mungkin bisa terus memburuk selama beberapa hari atau minggu ke depan sebelum membaik secara perlahan. Gejala yang muncul dapat meliputi:

  1. Sensasi seperti tertusuk, kesemutan di jari tangan, kaki, pergelangan kaki, atau pergelangan tangan
  2. Kelemahan di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas
  3. Mati rasa
  4. Kelemahan otot
  5. Masalah dengan keseimbangan dan koordinasi.
  6. Kesulitan dengan gerakan wajah termasuk berbicara, mengunyah, atau menelan
  7. Penglihatan ganda atau ketidakmampuan menggerakkan mata
  8. Nyeri hebat disertai rasa pegal, seperti kram yang lebih buruk di malam hari
  9. Kesulitan kontrol kandung kemih atau fungsi usus
  10. Denyut jantung cepat
  11. Tekanan darah rendah atau tinggi
  12. Sulit bernapas.

Dalam kasus yang parah, gejala yang dialami penderita mulai kesulitan bergerak, berjalan, bernapas, dan/atau menelan.

Penyebab Sindrom Guillain-Barre

baca juga

Dikutip dari Mayoclinic, penyebab pasti sindrom Guillain-Barre belum diketahui. Fakta di lapangan, dua pertiga pasien melaporkan gejala infeksi dalam enam minggu sebelumnya.

Gejala infeksi yang dilaporkan termasuk pada saluran pernapasan atau gastrointestinal atau virus Zika.

Tingkat kesembuhan sindrom Guillain-Barre cukup tinggi dan tingkat kematiannya sebesar 4-7 persen. Sekitar 60-80% pasien yang sembuh akhirnya mampu berjalan dalam enam bulan.

Namun, penderita kemungkinan mengalami efek jangka panjang, seperti kelemahan, mati rasa, atau kelelahan.

Faktor Risiko Guillain-Barre

Risiko terkena Guilain-Barre meningkat seiring bertambahnya usia. Berikut ini adalah pemicu Sindrom Guillain-Barre:

  1. Infeksi campylobacter, sejenis bakteri pada unggas yang kurang matang
  2. Virus influenza
  3. Sitomegalovirus
  4. Virus Epstein-Barr
  5. Virus Zika
  6. Hepatitis A, B, C, dan E
  7. HIV, virus penyebab AIDS
  8. Pneunomia mikoplasma
  9. Operasi
  10. Trauma
  11. Limfoma Hodgkin
  12. Jarang vaksinasi influenza atau vaksinasi anak

Jenis Guillain-Barre Syndrome

Sindrom Guillain-Barre memiliki beberapa bentuk dan jenis utamanya:

  1. Poliradikuloneuropati demielinasi inflamasi akut (AIDP)
    AIDP ditandai dengan kelemahan otot dimulai di bagian bawah tubuh dan menyebar ke atas. Jenis sindrom ini paling umum terjadi di Amerika Utara dan Eropa.
  2. Sindrom Miller Fisher (MFS)
    Sindrom ini ditandai dengan kelumpuhan yang dimulai di mata hingga gaya berjalan yang tidak stabil. MFS lebih umum ditemukan di Asia, daripada di Amerika Serikat.
  3. Neuropati aksonal motorik akut (AMAN) dan neuropati aksonal sensorik motorik akut (AMSAN)
    AMAN dan AMSAN lebih sering terjadi di Cina, Jepang dan Meksiko.

Itulah penjelasan apa itu Guillain-Barre Syndrome atau sindrom Guillain-Barre. Sekarang anda sudah paham?

Kontributor : Yulia Kartika Dewi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Diduga Terkena Sindrom Langka

Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Diduga Terkena Sindrom Langka

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 01:24 WIB

Studi Inggris: Virus Corona Tak Berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre!

Studi Inggris: Virus Corona Tak Berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre!

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 13:28 WIB

Peneliti Temukan Pasien Corona Covid-19 Berisiko Alami Kelumpuhan

Peneliti Temukan Pasien Corona Covid-19 Berisiko Alami Kelumpuhan

Health | Selasa, 21 April 2020 | 13:34 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×