Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Diduga Terkena Sindrom Langka

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 04 Mei 2021 | 01:24 WIB
Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Diduga Terkena Sindrom Langka
SA, guru 31 di Sukabumi, Jawa Barat yang mengalami kelumpuhan setelah disuntik vaksin Covid-19. Diduga ia terserang virus atau bakteri yang memicu sindrom GBS sebelum disuntik vaksin. [Antara/Aditya Rohman]

Suara.com - Seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat yang mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan usai disuntik vaksin Sinovac diduga mengalami sindrom langka yang tidak ada kaitannya dengan vaksinasi Covid-19.

Ketua Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat, Dr Prof Kusnandi Rusmil, mengatakan bahwa SA, guru perempuan berusia 31 tahun itu, didiagnosis mengalami sindrom Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Dugaan ini berdasarkan pada hasil audit Komnas KIPI pada 30 April 2021, setelah SA menjalani perawatan dan diperiksa menggunakanCT Scan torax (dada), darah dan saraf.

“Hasil audit Komnas KIPI, SA 31 tahun wanita mengalami keluhan mata buram dan kelemahan anggota gerak. Mata buram perlahan 12 jam usai imunisasi, dilakukan rujukan ke RS selama 23 hari dari 1 April hingga 23 April. SA sudah menjalani CT scan torax, darah dan fungsi sarafnya dan didiagnosa GBS,” ujar Kusnandi dalam jumpa pers virtual.

Sindrom langka autoimun

SA mengalami penglihatan yang buram usai 12 jam mendapatkan imunisasi COVID-19 pada awal April lalu sehingga dilarikan ke Rumah Sakit di Kabupaten Sukabumi dan mendapatkan perawatan selama 23 hari.

Saat ini, lanjut Kusnandi, kondisi SA sudah membaik. Penglihatannya sudah berangsur membaik, dan minggu depan akan kembali kontrol.

Lebih lanjut Kusnadi membeberkan bahwa diduga SA sudah terinfeksi virus penyebab GBS dua minggu sebelum vaksin. Infeksi tak disertai gejala, sehingga tidak terdeteksi saat pemeriksaan sebelum divaksin.

Buramnya penglihatan dan juga lemahnya anggota gerak usai disuntik vaksin Sinovac untuk Covid-19 adalah kebetulan belaka. Kusnandi menegaskan SA divaksin atau tidak, gejala akibat infeksi virus penyebab GBS akan terjadi seperti yang dialami saat ini yaitu buramnya penglihatan dan lemahnya anggota gerak.

Sementara menurut dr Dewi Hawani, yang merupakan dokter spesialis syaraf, GBS disebakan oleh virus atau bakteri pada proses imunologis yang terjadi 2-4 minggu sebelum terjadinya gejala.

GBS, imbuh dia, merupakan penyakit autoimun. Awalnya virus atau bakteri menyerang tubuh seseorang, tapi virus bakteri ini tidak langsung merusak syaraf. Alih-alih, imun tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang merusak syaraf.

“Sel saraf motorik dan mata pada pasien dikenali oleh sistem imun kita sebagai zat yang harus dimusnahkan. Maka sistem imun sendiri yang menyerang sel syaraf akibat terinfeksi oleh virus atau bakteri. Bukan infeksi langsung tapi akibat proses imunologi yang salah. Memang yang paling sering kelumpuhan tungkai tangan dan yang berat itu kalau ke otot pernafasan,” jelas Dewi.

Tak terkait vaksin Sinovac

Berdasar hasil audit Komnas KIPI, saat ini belum ditemukan bukti yang kuat mengenai keluhan gejala klinis SA terkait vaksin berdasarkan dari hasil surveilen KIPI dan Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK).

Sampai 21 April 2021, sudah 20 juta dosis vaksin diberikan pada warga Indonesia dan tidak ditemukan keluhan gejala klinis serupa yang dilaporkan SA, termasuk dari uji klinis vaksin COVID-19 tahap 1-3.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!

KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:32 WIB

Tinggal di Denpasar, Bagaimana Kondisi Jennifer Coppen Saat Banjir?

Tinggal di Denpasar, Bagaimana Kondisi Jennifer Coppen Saat Banjir?

Entertainment | Rabu, 10 September 2025 | 19:16 WIB

Kediri Jadi Lautan Api! Kantor Bupati, DPRD Hingga Museum Dijarah dan Dibakar

Kediri Jadi Lautan Api! Kantor Bupati, DPRD Hingga Museum Dijarah dan Dibakar

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:06 WIB

Jakarta Lumpuh! Demo Sore Ini Picu Kemacetan Parah di Sejumlah Ruas Jalan Sekitar GBK

Jakarta Lumpuh! Demo Sore Ini Picu Kemacetan Parah di Sejumlah Ruas Jalan Sekitar GBK

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:24 WIB

Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo

Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo

Lifestyle | Senin, 25 Agustus 2025 | 18:48 WIB

Bank Milik Pemerintah Iran Lumpuh, Diserang Hacker Israel

Bank Milik Pemerintah Iran Lumpuh, Diserang Hacker Israel

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:53 WIB

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

News | Senin, 26 Mei 2025 | 08:42 WIB

Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Akibat Pohon Raksasa Tumbang, Evakuasi Hingga Dini Hari

Jalur Selatan Cianjur Lumpuh Akibat Pohon Raksasa Tumbang, Evakuasi Hingga Dini Hari

News | Sabtu, 24 Mei 2025 | 23:11 WIB

Mengenal KIPI, Kawasan Industri Hijau di Kaltara yang Digadang-gadang Terbesar di Dunia

Mengenal KIPI, Kawasan Industri Hijau di Kaltara yang Digadang-gadang Terbesar di Dunia

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 21:57 WIB

Dikepung Banjir, Kota Bekasi Hari Ini Lumpuh

Dikepung Banjir, Kota Bekasi Hari Ini Lumpuh

News | Selasa, 04 Maret 2025 | 16:46 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB