Dari Kepala Sampai Kaki, Ini Bahaya Komplikasi Hipertensi Pada Organ Tubuh

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 17 Mei 2021 | 12:34 WIB
Dari Kepala Sampai Kaki, Ini Bahaya Komplikasi Hipertensi Pada Organ Tubuh
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Suara.com - Membiarkan masalah tekanan darah tinggi berisiko menyebabkan komplikasi kerusakan organ.

Tak main-main, organ tubuh dari kepala hingga kaki bisa mengalami kerusakan jika seseorang mengalami penyakit hipertensi tidak menjalani perawatan yang tepat dan rutin.

Sayangnya, mayoritas orang yang memiliki tekanan darah tinggi memang tidak mengalami gejala fisik yang spesifik. Sehingga tidak menyadari dirinya telah mengidap hipertensi.

Itu pula sebabnya hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap. Kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Susetyo Atmojo, mayoritas penderita hipertensi fase awal tidak menemukan adanya keluhan apa pun. Itu mengapa hipertensi dianalogikan sebagai silent atau diam. 

"Kenapa disebut killer karena jika tekanan darah ini tidak terkontrol dalam waktu lama, tekanan darah yang tidak terkontrol, hipertensi yang tidak terkontrol, itu lambat laun akan mengakibatkan kondisi yang kita sebut komplikasi kerusakan organ," katanya dalam acara siaran langsung pada Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (17/5/2021).

Ia menjabarkan komplikasi yang bisa terjadi akibat hipertensi mulai dari kepala, hipertensi bisa menyerang pembuluh darah di otak yang berakibat timbulnya sakit stroke. Selain itu juga bisa menimbulkan pendarahan pada retina mata yang disebut hipertensi retinopati. 

"Turun ke bagian dada, hipertensi bisa mengakibatkan pembengkakan jantung yang pada akhirnya akan jatuh pada kondisi payah jantung atau gagal jantung. Hipertensi juga merupakan faktor risiko berkembangnya suatu penyakit jantung koroner melalui proses aterosklerosis," imbuhnya.

Pada organ perut, secara bermakna hipertensi akan menimbulkan kondisi penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis.

Kemudian turun ke anggota gerak, dokter Susetyo mengatakan bahwa hipertensi berhubungan dengan kejadian penyakit arteri perifer oklusif kronis atau penyumbatan pembuluh darah pada tangan atau kaki anggota gerak. Kondisi itu menyebabkan pasien hipertensi jadi kesulitan menggerakan tangan dan kaki.

Mengetahui parahnya komplikasi yang bisa terjadi, dokter Susetyo mengingatkan pentingnya menjaga tekanan darah tetap stabil dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin mengecek tekanan darah.

Sebab, ia menyampaikan bahwa hanya sebagian kecil pengidap hipertensi yang mengalami gejala, itu pun tidak khas.

"Mayoritas penderita hipertensi itu tidak mengalami gejala, tidak mengalami keluhan. Sebagian kecil penderita hipertensi yang menyatakan adanya keluhan itu pun tidak spesifik."

"Contohnya keluhan sakit kepala, pandangan kabur, dada berdebar, dada sakit, mudah capek, kaki dan tangan terkadang mengalami kesemutan. Itu keluhan yang tidak spesifik mengarah pada kondisi hipertensi, artinya beberapa penyakit lain bisa memiliki keluhan yang serupa atau sejenis," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Paula Verhoeven Kena Covid-19 dan Punya Riwayat Hipertensi, Bahayakah?

Ibu Paula Verhoeven Kena Covid-19 dan Punya Riwayat Hipertensi, Bahayakah?

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 17:00 WIB

Berat Badan Normal tapi Lemak Menumpuk? Awas, Risiko Penyakit Jantung!

Berat Badan Normal tapi Lemak Menumpuk? Awas, Risiko Penyakit Jantung!

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 16:24 WIB

Bahaya Makan Makanan Bersantan Saat Idul Fitri: Kolesterol hingga Jerawat

Bahaya Makan Makanan Bersantan Saat Idul Fitri: Kolesterol hingga Jerawat

Lifestyle | Kamis, 13 Mei 2021 | 15:01 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB