Turunkan Risiko Stres, Yuk Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 18 Mei 2021 | 14:30 WIB
Turunkan Risiko Stres, Yuk Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Ilustrasi Makan Sayur. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut penelitian baru dari Edith Cowan University (ECU) menunjukkan bahwa makan makanan yang kaya buah dan sayuran dikaitkan penurunan risiko stres. Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition.

Melansir dari Healthshots, penelitian ini mengaitkan hubungan antara asupan buah dan sayuran dengan tingkat stres. Mereka meneliti lebih dari 8.600 warga Australia berusia antara 25 hingga 91 tahun yang berpartisipasi dalam Studi AusDiab dari Baker Heart and Diabetes Institute.

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa orang yang makan setidaknya 470 gram buah dan sayuran setiap hari memiliki tingkat stres 10 persen lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi kurang dari 230 gram. 

"Kami menemukan bahwa orang-orang yang memiliki asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi tidak mengalami stres dibandingkan mereka yang asupannya lebih rendah," kata peneliti utama, Simone Radavelli-Bagatini dari ECU's Institute for Nutrition Research.

"Stres jangka panjang dan tidak terkelola dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, diabetes, depresi dan kecemasan sehingga kami perlu menemukan cara untuk mencegah dan mungkin meringankan masalah kesehatan mental di masa depan," imbuhnya.

Ilustrasi wanita makan buah. (Pixabay/@engin_akyurt)
Ilustrasi wanita makan buah. (Pixabay/@engin_akyurt)


Penemuan studi tersebut menekankan bahwa penting bagi orang-orang untuk memiliki pola makan yang kaya buah dan sayuran untuk meminimalkan stres.

"Sayur dan buah-buahan mengandung nutrisi penting seperti vitamin, mineral, flavonoid dan karotenoid yang dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif, sehingga meningkatkan kesehatan mental," kata Radavelli-Bagatini.

"Peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh adalah faktor-faktor yang dikenali yang dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan suasana hati yang lebih rendah," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Lansia

Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Lansia

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 11:25 WIB

5 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

5 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Your Say | Minggu, 16 Mei 2021 | 10:48 WIB

Ketahui 4 Dampak Negatif Sering Kerja Multitasking, Bikin Stres

Ketahui 4 Dampak Negatif Sering Kerja Multitasking, Bikin Stres

Your Say | Sabtu, 15 Mei 2021 | 20:38 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB