Dubes Indonesia Untuk Singapura: 149 Kasus Covid-19 Sudah Terlalu Besar

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 19 Mei 2021 | 19:25 WIB
Dubes Indonesia Untuk Singapura: 149 Kasus Covid-19 Sudah Terlalu Besar
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Varian baru virus corona B1617 telah membuat pemerintah Singapura mengetatkan aturan. Terutama pasca ditemukannya dua klaster baru terkait varian virus tersebut, di Changi Airport dan Tan Tock Seng. 

"Yang mengejutkan memang Mei lalu tiba-tiba ditemukan kasus dan ini berkaitan dengan varian B1617 yang terjadi di Changi Airport dan rumah sakit Tan Tock Seng. Ini yang membuat kaget pemerintah Singapura pada dua klaster yang jumlahnya cukup besar," kata Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo dalam webinar BPBP Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Ia menambahkan, saat ini total yang terinfeksi terkait varian B1617 mencapai 149 orang. Terbaru balita berusia 2 tahun terkonfirmasi positif covid varian baru tersebut. Meski begitu, Suryo memastikan bahwa seluruhnya dalam kondisi tidak parah dan masih menjalani isolasi yang sangat ketat.

Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Menurut Suryo, pemerintah Singapura sejak awal telah memiliki sistem komunikasi yang sangat baik dengan selalu menginformasikan kondisi yang terjadi. Termasuk kondisi saat ini di mana Singapura tengah berupaya menahan penyebaran varian virus B1617 makin menyebar.

"Karena jumlahnya cukup besar dari 0 menjadi 149. Bagi Singapura ini jumlah yang sangat besar," ucapnya.

Dari ratusan kasus baru itu ditemukan 11 orang yang terinfeksi tanpa ada kontak erat dengan siapa pun, lanjut Suryo. Temuan tersebut membuat para ahli epidemiologi menyelidiki apakah varian B1617 bersifat airbone atau dapat menular melalui udara.

"Ini yang sedang diteliti tim epidemiologi Singapura, apakah betul virus B1617 bisa airbone dan menular melalui udara. Tapi pemerintah Singapura meminta masyarakat untuk tinggal di rumah sebisa mungkin," ucapnya.

Membatasi pergerakan masyarakat jadi upaya pemerintah Singapura menangani lonjakan kasus yang saat ini terjadi. Lockdown telah diterapkan sejak 7 April hingga 2 Juni. Termasuk kegiatan sekilah juga kembali harus dilakukan secara virtual. Sejalan dengan itu pula program vaksinasi Covid-19 tetap dijalankan.

"Diupayakan untuk membuat semua orang bisa mendapatkan vaksinasi. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Singapura sekarang adalah orang yang akan mendapatkan suntikan kedua, yang tadinya 28 hari diundur menjadi 8 minggu. Jadi harapannya adalah supaya semua orang di Singapura pada akhir Agustus yang akan datang setidaknya sudah mendapatkan vaksinasi pertama 4,6 juta," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mumbai Model Jadi Strategi India Hadapi Tsunami Covid-19, Apa Itu?

Mumbai Model Jadi Strategi India Hadapi Tsunami Covid-19, Apa Itu?

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:46 WIB

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Pemudik: Kirain Gak Ada Pemeriksaan

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Pemudik: Kirain Gak Ada Pemeriksaan

Jakarta | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:39 WIB

Meski Dilarang, Jumlah Pemudik Tahun Ini Naik Dibanding Tahun Lalu

Meski Dilarang, Jumlah Pemudik Tahun Ini Naik Dibanding Tahun Lalu

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:39 WIB

Terkini

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×