Segera ke RS, Ini 7 Gejala Awal Serangan Stroke

Risna Halidi, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 21 Mei 2021 | 00:16 WIB
Segera ke RS, Ini 7 Gejala Awal Serangan Stroke
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Stroke terjadi akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Serangan stroke bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Untuk menghindari hal tersebut, Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Dinda Diafiri, memperkenalkan slogan untuk meningkatkan kepedulian dengan mengetahui gejala awal serangan stroke di masyarakat.

Slogan itu dibuat oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan berbunyi SEGERA KE RS.

"Jadi slogan ini dibuat agar masyarakat bisa dengan mudah memahami dan mengingat apa saja itu gejala-gejala stroke dan apa yang harus mereka lakukan,” ujar Dinda melalui live Instagram bersama RSUI, Selasa (18/5/2021) lalu.

SE sendiri berarti SEnyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba yang dapat menjadi tanda pertama penderita stroke.

GE berarti GErak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba; RA adalah bicaRA pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung; KE untuk KEbas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.

Sementara R untuk Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba hingga; dan S untuk Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi mulai dari tremor atau merasa sempoyongan namun tidak jatuh.

"Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala tersebut segera pergi ke rumah sakit," katanya.

Pasalnya, menurut Dinda, stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam. Jika dalam periode emas itu dapat mendapatkan penanganan dari dokter, maka risiko kelumpuhan hingga kematian akan terus menurun.

baca juga

"Stroke itu sekarang sudah bisa diobati, kalau dulu kan kita kasih pencegahannya. Trombolisis ini pengobatan terbaru, jadi ini bisa menghancurkan sumbatan di otak dan bisa terbuka lagi pembuluh darahnya jadi bisa membatu mengurangi kematian dan kecacatan. Tapi 4,5 jam bisa diberikan setelah terkena."

"Makanya itu perlu pentingnya mengenali strok secara dini. Jadi misalnya kita ketemu gejala strok segera ke rs jangan ditunda-tunda. Misalnya gejalanya hanya kebas, bisa ditunda dulu satu hari atau heboh cari jarum buat nusuk nah itu jangan buang-buang waktu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Sebut Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke

Dokter Sebut Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 21:53 WIB

Dulu Bergelimang Harta, Pedangdut Elyn Munchen Jatuh Miskin Sakit Stroke

Dulu Bergelimang Harta, Pedangdut Elyn Munchen Jatuh Miskin Sakit Stroke

Bali | Kamis, 20 Mei 2021 | 14:43 WIB

Lembur Lebih dari 55 Jam Seminggu Bikin Meninggal Lebih Cepat, Ini Buktinya

Lembur Lebih dari 55 Jam Seminggu Bikin Meninggal Lebih Cepat, Ini Buktinya

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 16:18 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×