alexametrics

Waspada, Paparan Polusi Udara Saat Hamil Berisiko Bikin Anak Menderita Asma

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Waspada, Paparan Polusi Udara Saat Hamil Berisiko Bikin Anak Menderita Asma
Ilustrasi anak penderita asma. (Shutterstock)

Efek polusi selama kehamilan dapat mengubah perkembangan paru-paru dan kesehatan pernapasan janin.

Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine bulan ini menunjukkan paparan partikel ultra halus dalam polusi udara terhadap wanita hamil berisiko membuat buah hatinya menderita penyakit asma kelak.

Lebih dari 18 persen anak-anak dari ibu yang dulunya terpapar partikel ultra halus menderita asma di usia prasekolah mereka. dibandingkan tujuh persen anak-anak secara keseluruhan di Amerika Serikat yang didiagnosis memiliki asma.

Polusi partikel ultra halus, jenis partikel yang lebih kecil dari lebar rata-rata rambut manusia, dapat masuk ke bagian yang lebih dalam di paru-paru dan mencapai sirkulasi sehingga menyebabkan berbagai dampak buruk pada kesehatan.

Menyadur Aurekalert, studi yang dilakukan oleh peneliti di Mount Sinai ini melibatkan 376 ibu dan anak-anak mereka yang tinggal di wilayah metropolitan Boston. Peneliti melacak mereka untuk menilai kondisi kesehatan responden.

Baca Juga: Studi: Paparan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kenaikan Tekanan Darah Anak

Banyak dari wanita ini tinggal di dekat jalan raya utama dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, di mana partikel ultra halus cenderung meningkat.

Ilustrasi anak terkena serangan asma (Shutterstock)

Setelah menindaklanjuti respondennya, peneliti menemukan sebagian besar anak-anak didiagnosis asma setelah usia tiga tahun.

Menurut peneliti, efek polusi selama kehamilan dapat mengubah perkembangan paru-paru dan kesehatan pernapasan janin. Ini menyebabkan gangguan pernapasan, terutama asma.

Namun, cara polusi menyebabkan asma belum dipahami sepenuhnya. Tetapi peneliti menduga polusi dapat mengubah sistem pengaturan tertentu di dalam tubuh, seperti fungsi neuroendokrin dan kekebalan yang berkaitan dengan asma.

Peneliti juga menemukan bahwa bayi perempuan lebih sensitif terhadap efek polusi partikel ultra halus ketika sang ibu terpapar di akhir bulan kehamilan.

Baca Juga: Polusi Udara Bikin Kondisi Pasien Covid-19 Makin Parah

"Studi ini merupakan langkah awal penting dalam membangun dasar bukti yang dapat mengarah pada pemantauan tang lebih baik terhadap paparan partikel ultra halus di Amerika Serikat dan pada akhirnya mengubah regulasi," kata penulis utama Rosalind Wright, MD, MPH, dari Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai.

Wright memperkirakan asma pada masa kanak-kanak akan menjadi epidemi global akibat peningkatan polusi udara partikel ultra halus karena efek perubahan iklim.

Komentar