Waspada, Paparan Polusi Udara Saat Hamil Berisiko Bikin Anak Menderita Asma

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 22 Mei 2021 | 11:31 WIB
Waspada, Paparan Polusi Udara Saat Hamil Berisiko Bikin Anak Menderita Asma
Ilustrasi anak penderita asma. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine bulan ini menunjukkan paparan partikel ultra halus dalam polusi udara terhadap wanita hamil berisiko membuat buah hatinya menderita penyakit asma kelak.

Lebih dari 18 persen anak-anak dari ibu yang dulunya terpapar partikel ultra halus menderita asma di usia prasekolah mereka. dibandingkan tujuh persen anak-anak secara keseluruhan di Amerika Serikat yang didiagnosis memiliki asma.

Polusi partikel ultra halus, jenis partikel yang lebih kecil dari lebar rata-rata rambut manusia, dapat masuk ke bagian yang lebih dalam di paru-paru dan mencapai sirkulasi sehingga menyebabkan berbagai dampak buruk pada kesehatan.

Menyadur Aurekalert, studi yang dilakukan oleh peneliti di Mount Sinai ini melibatkan 376 ibu dan anak-anak mereka yang tinggal di wilayah metropolitan Boston. Peneliti melacak mereka untuk menilai kondisi kesehatan responden.

Banyak dari wanita ini tinggal di dekat jalan raya utama dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, di mana partikel ultra halus cenderung meningkat.

Ilustrasi anak terkena serangan asma (Shutterstock)

Setelah menindaklanjuti respondennya, peneliti menemukan sebagian besar anak-anak didiagnosis asma setelah usia tiga tahun.

Menurut peneliti, efek polusi selama kehamilan dapat mengubah perkembangan paru-paru dan kesehatan pernapasan janin. Ini menyebabkan gangguan pernapasan, terutama asma.

Namun, cara polusi menyebabkan asma belum dipahami sepenuhnya. Tetapi peneliti menduga polusi dapat mengubah sistem pengaturan tertentu di dalam tubuh, seperti fungsi neuroendokrin dan kekebalan yang berkaitan dengan asma.

Peneliti juga menemukan bahwa bayi perempuan lebih sensitif terhadap efek polusi partikel ultra halus ketika sang ibu terpapar di akhir bulan kehamilan.

baca juga

"Studi ini merupakan langkah awal penting dalam membangun dasar bukti yang dapat mengarah pada pemantauan tang lebih baik terhadap paparan partikel ultra halus di Amerika Serikat dan pada akhirnya mengubah regulasi," kata penulis utama Rosalind Wright, MD, MPH, dari Sekolah Kedokteran Icahn di Mount Sinai.

Wright memperkirakan asma pada masa kanak-kanak akan menjadi epidemi global akibat peningkatan polusi udara partikel ultra halus karena efek perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Riwayat Keluarga, Jenis Kelamin dan Ras Pengaruhi Risiko Asma Anak

Selain Riwayat Keluarga, Jenis Kelamin dan Ras Pengaruhi Risiko Asma Anak

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 15:30 WIB

Studi: Pengguna Vape Justru Lebih Berisiko Terkena Asma

Studi: Pengguna Vape Justru Lebih Berisiko Terkena Asma

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 16:04 WIB

INFOGRAFIS : Langkah Hadapi Covid-19 pada Komorbid Asma

INFOGRAFIS : Langkah Hadapi Covid-19 pada Komorbid Asma

Infografis | Kamis, 13 Mei 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×