Populer Banget, 4 Metode Diet Berikut Ternyata Malah Harus Dihindari

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 22 Mei 2021 | 21:20 WIB
Populer Banget, 4 Metode Diet Berikut Ternyata Malah Harus Dihindari
Diet ketogenic yang dikenal pula dengan sebutan diet keto, yaitu diet karbohidrat. (Shutterstock)

Suara.com - Baik untuk kesehatan maupun menurunkan berat badan, berbagai metode diet mulai muncul. Sayangnya tidak semua diet yang populer pasti aman untuk kesehatan. 

Melansir dari Eat This, berikut lima diet populer yang sebaiknya jangan Anda ikuti, antara lain:

1. Diet Atkins

Meskipun diet tanpa karbohidrat dan berbahan bakar daging dapat membantu Anda menurunkan berat badan, diet atkinsdapat berdampak negatif pada kesehatan Anda secara keseluruhan. 

"Diet Atkins memasukkan daging merah dan lemak tinggi sebagai komponen utama makanan Anda. Masalah dengan diet seperti ini adalah tingginya konsentrasi daging merah dan lemak tak jenuh yang bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kolesterol tinggi," ujar Allen Conrad, BS, DC, CSCS dari Montgomery County Chiropractic Center di North Wales, PA.

2. Diet Ketogenik

Keto adalah diet yang paling digemari di tahun 2019. "Konsep (diet) melibatkan makan makanan rendah karbohidrat dengan tujuan menurunkan berat badan. Dengan membuat tubuh berada dalam keadaan ketosis, idenya adalah bahwa tubuh Anda akan menyimpan lebih sedikit lemak tubuh, dan Anda bisa turun beberapa kilogram," ujar Conrad. 

Namun, masalah dengan diet ketogenik adalah menambah tekanan pada organ internal yang membutuhkan karbohidrat untuk bekerja. 

3. Hanya Minum Jus

baca juga

Jus membuat buah-buahan dan sayuran melepaskan seratnya. Selain itu, jus tidak sepenuhnya bisa membersihkan racun untuk tubuh.

"Tubuh kita hebat dalam membersihkan tubuh melalui hati dan ginjal  sementara gagasan jus membuang racun tidak didukung oleh dukungan ilmiah,"  pelatih pribadi bersertifikat dan ahli gizi olahraga, Holly Roser.

Jika Anda ingin menambah asupan buah dan sayuran, dia menyarankan untuk konsumsi dalam bentuk utuh. 

4. Diet Telur Rebus

Penganut diet ini mengklaim bahwa Anda bisa menurunkan berat badan hingga 24 pon dalam dua minggu dengan makan telur rebus. 

Ilustrasi telur rebus. (Elements Envato)
Ilustrasi telur rebus. (Elements Envato)


"Ini adalah diet lain yang memotong banyak kelompok makanan dan membatasi pilihan makanan Anda," kata Conrad. 

Meskipun mengikuti diet ini sangat rendah karbohidrat dan tinggi protein, manfaatnya hanya untuk jangka pendek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menu Diet Sehat untuk Sarapan, Makan Siang dan Makan Malam

Menu Diet Sehat untuk Sarapan, Makan Siang dan Makan Malam

Lifestyle | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:04 WIB

Kumpulan Resep Makanan untuk Diet yang Gampang Dibuat

Kumpulan Resep Makanan untuk Diet yang Gampang Dibuat

Lifestyle | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:54 WIB

Cemilan Apa yang Cocok untuk Diet? Coba Edamame hingga Apel

Cemilan Apa yang Cocok untuk Diet? Coba Edamame hingga Apel

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB