Update Covid-19 Global: WHO Diminta Lakukan Penyelidikan Tahap 2 di China

Jum'at, 28 Mei 2021 | 09:28 WIB
Update Covid-19 Global: WHO Diminta Lakukan Penyelidikan Tahap 2 di China
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Penularan infeksi Covid-19 terus terjadi setiap hari sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Hampir satu setengah tahun, update Covid-19 global menunjukkan jumlah kasus Covid-19 telah mencapai 169,59 juta tersebar hingga lebih dari 220 negara.

Data pada situs worldometers per Jumat (28/5) pukul 07.00 WIB, tercatat jumlah orang yang meninggal akibat infekai virus corona mencapai 3,52 juta jiwa. Meski demikian, total orang yang berhasil sembuh lebih banyak, yakni ada 151,45 juta orang.

Di tengah upaya pencegahan penularan infeksi yang semakin meluas dan varian virus semakin banyak, para ilmuwan juga tetap mencari tahu asal-usul munculnya Covid-19 yang disebabkan virus corona tipe SARS Cov-2 tersebut.

Amerika Serikat meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan penyelidikan tahap kedua terhadap asal-usul virus corona di China. Dengan para ahli independen diberi akses penuh pada data dan sampel asli di China.

Penyelidikan tahap pertama telah dilakukan tim yang dipimpin WHO selama empat minggu di Wuhan pada Januari dan Februari 2021. Bersama para peneliti China, dalam sebuah laporan pada Maret dikatakan bahwa virus corona itu kemungkinan telah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain. Dugaan terkait kebocoran virus dari laboratorium di China dianggap sangat tidak mungkin.

Presiden AS Joe Biden memerintahkan pembantunya untuk juga melakukan penyelidikan asal usul Covid-19. Menurut Biden, badan intelijen AS sedang mengejar kemungkinan adanya bukti bahwa virus memang berasal dari kebocoran laboratorium di China.

"Sangat penting bagi China untuk memberikan akses penuh kepada ahli independen untuk melengkapi data asli dan sampel yang relevan untuk memahami sumber virus dan tahap awal pandemi," ucap pernyataan AS dalam rapat di Jenewa, dikutip dari Channel News Asia.

China, melalui pernyataan seorang perwakilan di kedutaan besarnya di Amerika Serikat, mengatakan bahwa pihaknya mendukung studi komprehensif dari semua kasus awal Covid-19 yang ditemukan di seluruh dunia. Juga penyelidikan menyeluruh terhadap beberapa pangkalan rahasia dan laboratorium biologis di seluruh dunia.

Simon Manley, duta besar Inggris untuk PBB di Jenewa, mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa fase pertama dari studi asal-usul Covid-19 yang diselenggarakan WHO selalu ditekankan sebagai awal dari proses, bukan akhir. Sehingga dimungkinkan adanya penyelidikan tahap kedua.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Angka Kematian di India Bertambah 50 Ribu

"Kami menyerukan ketepatan waktu, studi fase dua yang transparan, berbasis bukti, dan dipimpin oleh ahli, termasuk di China, seperti yang direkomendasikan oleh laporan para ahli," kata Manley.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI