Ngeri Banget, Ini Bahaya Kasih Bayi Dot yang Tidak Sesuai Standar

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 29 Mei 2021 | 01:10 WIB
Ngeri Banget, Ini Bahaya Kasih Bayi Dot yang Tidak Sesuai Standar
Ilustrasi dot botol susu. (Shutterstock)

Suara.com - Sudah jadi hal lumrah para ibu pekerja yang sedang menyusui menyetok air susu ibu (ASI), yang selanjutnya diberikan pada anak dengan bantuan dot.

Sayangnya, penggunaan dot bisa menimbulkan berbagai masalah seperti risiko tersedak, kembung hingga terjadinya maloklusi atau gangguan pertumbuhan gigi dan rahang anak.

"Hal ini karena bentuk dot yang tidak tepat, posisi bayi menyusu, kesiapan bayi menerima aliran susu, dan intensitas mengisap dot," ujar Dokter Gigi Anak, Dr. drg. Eriska Riyanti, Sp. KGA (K), dalam acara Dot Baby HUKI, Jumat (28/5/2021).  

Namun apabila terpaksa harus menggunakan dot, disarankan bukan pakai dot biasa melainkan pakai dot orthodontic, yakni jenis dot yang bisa menyesuaikan cara hisap (fisiologis) anak pada puting payudara ibu, dan bisa mencegah terjadinya maloklusi.

“Dot yang didesain secara fisiologis akan memfasilitasi pergerakan lidah ke depan dan ke atas pada daerah permukaan datar dot. Aliran air susu tidak akan otomatis mengalir ke tenggorokan, bila tidak terjadi gerakan mengisap karena adanya aktivitas otot-otot lidah, pipi, dan bibir," papar Eriska.

Hasilnya mekanisme penggunaan dot orthodontic ini tidak akan menimbulkan anak tersedak, karena dot bisa beradaptasi dengan organ-organ di dalam mulut anak saat proses pengisapan.

Fakta ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang Eriska lakukan bersama tim peneliti di Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada 2020.

Hasilnya didapatkan, anak yang tidak mendapat ASI atau tidak menyusu langsung dari ibunya cenderung mengalami tingkat keparahan maloklusi lebih tinggi, dibandingkan anak yang mendapat ASI atau menyusu langsung.

Kejadian maloklusi ini sama berisikonya saat dot biasa digunakan dalam jangka panjang atau jangka pendek.

Sementara itu, mau sebaik dan sebagus apapun dot yang digunakan kata Erika, proses menyusui anak langsung lewat payudara adalah yang terbaik, karena membuat perkembangan bentuk rahang anak jadi semakin baik, khususnya pada anak di bawah 2 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak, Kakek Pakai Trik Ini Agar Cucunya Mau Nyusu Dari Botol

Kocak, Kakek Pakai Trik Ini Agar Cucunya Mau Nyusu Dari Botol

Banten | Kamis, 27 Mei 2021 | 17:25 WIB

Studi: Metode Ibu Kanguru Bisa Selamatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah

Studi: Metode Ibu Kanguru Bisa Selamatkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah

Health | Minggu, 23 Mei 2021 | 18:20 WIB

AIMI: Banyak Promo Makanan Minuman Pengganti ASI yang Kebablasan

AIMI: Banyak Promo Makanan Minuman Pengganti ASI yang Kebablasan

Health | Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB