Gejala Diabetes Tipe 2: Waspadai Kulit Tangan Bertekstur!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 31 Mei 2021 | 14:29 WIB
Gejala Diabetes Tipe 2: Waspadai Kulit Tangan Bertekstur!
Ilustrasi tangan. (Unsplash)

Suara.com - Diabetes tipe 2 salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bila diabaikan. Karena itu, semua orang perlu mewaspadai gejalanya supaya terdeteksi lebih dini dan menjalani pengobatan lebih cepat.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), punggung tangan terasa kencang dan kulit terlihat bertekstur termasuk kondisi yang perlu diwaspadai.

Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik selama beberapa tahun dan tidak disadari, Anda akan merasa seperti ada kerikil di ujung jari.

"Kulit yang keras, tebal dan tampak bengkak bisa menyebar dan muncul di lengan bawah maupun lengan atas," kata AAD dikutip dari Express.

Kondisi kulit ini juga bisa berkembang di punggung atas, bahu, dan leher. Terkadang, kulit yang menebal juga bisa menyebar ke area wajah dan dada. Area kulit yang menebal ini disebabkan oleh sclerosis digital, yang sering kali membuat kulit bertekstur bagaikan kulit jeruk.

Sebenarnya, sclerosis digital ini bukan satu-satunya tanda peringatan gula darah tinggi. Manifestasi fisik lain dari diabetes tipe 2 adalah necrobiosis lipoidica.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

"Kondisi kulit ini sering terlihat seperti benjolan padat kecil yang terlihat seperti jerawat," kata AAD.

Saat kondisi berlanjut, benjolan bisa berubah menjadi bercak kuning, kemerahan atau coklat pada kulit yang bengkak dan keras. Anda mungkin juga perlu memperhatikan beberapa kondisi ini.

  1. Kulit di sekitarnya terlihat seperti porselen yang mengilap
  2. Pembuluh darah lebih terlihat
  3. Kulit terasa gatal dan nyeri
  4. Penyakit kulit melewati siklus aktif, tidak aktif dan aktif kembali.

Tanda lain dari diabetes adalah acanthosis nigricans, yaitu area kulit yang gelap seperti beludru. Kondisi ini biasanya muncul di bagian belakang leher, ketika dan area selangkangan.

baca juga

Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga bisa menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf seiring waktu. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan dalam penyembuhan luka, terutama pada kaki, tempat munculnya ulkus diabetes.

Luka terbuka ini mungkin tidak terasa sakit karena kerusakan saraf yang telah terjadi. NHS memperingatkan, luka yang terinfeksi bisa berisiko menyebabakan gangren.

Bintik-bintik kering juga merupakan indikasi lain dari kadar gula darah tinggi. Bintik-bintik ini menunjukkan depresi yang tidak terlihat di kulit.

Istilah medis untuk kondisi kulit ini disebut dermopati diabetik, yang biasanya muncul di kaki. Dalam kasus yang jarang terjadi, depresi kulit mungkin muncul di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkan Pasien Diabetes Minum Madu? Begini Aturannya!

Bolehkan Pasien Diabetes Minum Madu? Begini Aturannya!

Health | Senin, 31 Mei 2021 | 12:50 WIB

Hati-hati, Makan Gelato Terlalu Sering Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes

Hati-hati, Makan Gelato Terlalu Sering Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes

Your Say | Senin, 31 Mei 2021 | 12:28 WIB

Waspada Diabetes, Ini 4  Alarm Tubuh Kelebihan Asupan Gula

Waspada Diabetes, Ini 4 Alarm Tubuh Kelebihan Asupan Gula

Health | Minggu, 30 Mei 2021 | 03:10 WIB

Terkini

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:06 WIB

Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang

Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 18:04 WIB

Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan

Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:00 WIB

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai, Komisi II DPR Umumkan Pembentukan Panja

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai, Komisi II DPR Umumkan Pembentukan Panja

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:59 WIB

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:56 WIB

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:55 WIB

×