Profesor di London Sebut Varian Virus Corona India 100 Persen Lebih Mudah Menular

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 05 Juni 2021 | 11:28 WIB
Profesor di London Sebut Varian Virus Corona India 100 Persen Lebih Mudah Menular
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Seorang profesor mengeluarkan peringatan keras bahwa varian virus corona India bisa 100 persen lebih menular daripada strain virus corona Covid-19 di Inggris.

Profesor Neil Ferguson, dari Imperial College London, mengatakan bahwa tim penelitinya telah menemukan banyak data. Sayangnya, data tersebut bukanlah kabar positif dari varian virus corona yang disebut sebagai varian Delta.

"Perkiraan terbaik sekarang ini adalah varian Delta ini mungkin 60 persen lebih menular daripada varian Alpha," kata Prof. Neil Ferguson dikutip dari Brimingham Mail.

Prof Neil mengatakan sebenarnya masih ada beberapa ketidakpastian mengenai hal tersebut, tergantung pada asumsi dan cara analisis data. Tapi, sekitar 30 hingga 100 persen varian virus corona India ini memang lebih menular.

Sementara itu, Prof Neil mengatakan 60 persen tersebut adalah perkiraan sentral mengenai penularan varian baru virus corona India yang baik saat ini.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Menteri Pertama, Mark Drakeford mengatakan pembatasan sosial di Wales akan terus berkurang jika meningkatnya jumlah kasus varian India tidak menyebabkan lonjakan kasus rawat inap di rumah sakit.

"Bukan berarti varian virus corona yang tidak memicu lonjakan rawat inap tidak berisiko. Karena itu, kita perlu mengasumsikan bahwa akan ada sirkulasi virus yang lebih besar di masyarakat ketika kita membiarkan virus corona beredar, peluang untuk varian baru yang muncul juga meningkat," jelasnya.

Berbeda, bila varian baru virus corona ini tidak memicu lonjakan kasus rawat inap di rumah sakit. Maka, Prof Neil berpendapat bahwa masyarakat perlu menemukan cara hidup berdampingan dengan virus corona, sama halnya dengan flu musiman.

Mr Drakeford mengatakan sebagian alasannya menghentikan pelonggaran aktivitas sosial lebih lanjut di Wales selama tiga minggu, karena terbukti varian virus corona itu menyebabkan lonjakan kasus rawat inap di rumah sakit yang lebih besar di kalangan anak muda.

"Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang belum divaksinasi, tetapi di antara mereka adalah orang-orang yang telah menerima vaksin," katanya.

Karena itu, waktu 2 minggu lagi cukup membantu para peneliti untuk memahami lebih baik pengaruh varian baru virus corona Covid-19 tersebut.

"Saran yang kami, dua minggu lagi sudah cukup membantu kami dalam memahami lebih baik di mana varian baru ini memiliki pengaruhnya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Bikin Label Baru untuk Menyebut Varian Virus Corona, Tak Lagi Pakai Nama Negara!

WHO Bikin Label Baru untuk Menyebut Varian Virus Corona, Tak Lagi Pakai Nama Negara!

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 08:00 WIB

WHO Ubah Nama 4 Varian Virus Corona Jadi Alfabet Yunani

WHO Ubah Nama 4 Varian Virus Corona Jadi Alfabet Yunani

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:33 WIB

Cegah Varian Virus Corona Bermunculan, Pakar Sarankan Tunda Liburan!

Cegah Varian Virus Corona Bermunculan, Pakar Sarankan Tunda Liburan!

Health | Minggu, 30 Mei 2021 | 10:57 WIB

Terkini

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB