Mikrobioma Usus Memengaruhi Rasa Takut Bayi Terhadap Suatu Ancaman, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 06 Juni 2021 | 21:34 WIB
Mikrobioma Usus Memengaruhi Rasa Takut Bayi Terhadap Suatu Ancaman, Kok Bisa?
Ilustrasi bayi (Pexels)

Suara.com - Bakteri di dalam usus, atau lebih dikenal sebagai mikrobioma usus, ternyata memengaruhi banyak aspek. Tidak hanya kesehatan secara fisik saja, tetapi juga secara mental. Bahkan, manfaatnya sudah dapat dirasakan sejak masih bayi.

Berdasarkan penelitian baru dari Michigan State University dan University of North Carolina, Chapel Hill, mikrobioma usus pada bayi itu berbeda, terutama dengan respon rasa takut yang kuat dan respon mereka yang lebih ringan.

Respon rasa takut ini, sebagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi yang menakutkan, pada bayi dapat menjadi indikator kesehatan mental mereka di masa depan.

"Reaksi ketakutan adalah bagian normal dari perkembangan anak. Anak-anak harus waspada terhadap ancaman di lingkungan mereka dan siap untuk meresponsnya" kata Knickmeyer, profesor di Departemen Pediatri dan Pengembangan Manusia Fakultas Kedokteran Manusia, dilansir Medical Xpress.

Apabila para bayi tidak dapat meredam respon tersebut ketika sedang dalam situasi aman, bayi-bayi itu mungkin memiliki risiko tinggi untuk menderita gangguan kecemasan dan depresi di masa depan.

Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Unsplash)
Ilustrasi bayi (Unsplash)

Sedangkan di sisi lain, bayi yang sering meredam rasa ketakutan mereka dapat mengembangkan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional, yang terkait dengan perilaku antisosial.

Untuk menentukan apakah mikrobioma usus terhubung dengan respons rasa takut pada manusia, Knickmeyer dan rekan kerjanya merancang studi percontohan dengan sekitar 30 bayi.

Kemudian peneliti mengkarakterisasi mikrobioma usus para bayi dengan menganalisis sampel tinja dan menilai respon ketakutan mereka dengan tes sederhana, yakni mengamati bagaimana seorang anak bereaksi terhadap seseorang yang memasuki ruangan sambil mengenakan topeng Halloween.

Mengumpulkan semua data, para peneliti melihat hubungan yang signifikan antara fitur spesifik mikrobioma usus dan kekuatan respon ketakutan bayi.

baca juga

Peneliti menemukan bahwa bayi yang merespon ketakutan secara kuat memiliki lebih banyak jenis bakteri di ususnya, dibanding anak-anak yang keragaman bakteri ususnya lebih sedikit.

Sebagai bagian dari penelitian, tim juga melakukan tes pencitraan pada otak bayi menggunakan teknologi MRI.

Mereka menemukan, keragaman mikrobioma usus pada anak usia satu tahun berkaitan dengan ukuran amigdala, bagian dari otak yang terlibat dalam pembuat keputusan cepat terhadap situasi mengancam.

Jadi, mikrobioma usus dapat memengaruhi bagaimana amigdala berkembang dan bekerja.

"Kami memiliki peluang besar untuk mendukung kesehatan saraf sejak dini. Tujuan jangka panjang kami adalah bahwa kami kami akan mempelajari apa yang dapat kami lakukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang sehat," pungkas Knickmeyer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Disantap Vegan, Simak Resep Sate Usus KW Nikmat Menggoda

Bisa Disantap Vegan, Simak Resep Sate Usus KW Nikmat Menggoda

Lifestyle | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:17 WIB

Meningkatkan Mikrobioma Usus, Makanan Berserat Tinggi Bisa Cegah Kanker!

Meningkatkan Mikrobioma Usus, Makanan Berserat Tinggi Bisa Cegah Kanker!

Health | Senin, 29 Maret 2021 | 07:06 WIB

Pasien Covid-19 Parah Hanya Punya Sedikit Keanekaragaman Mikrobioma Usus

Pasien Covid-19 Parah Hanya Punya Sedikit Keanekaragaman Mikrobioma Usus

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 14:38 WIB

Terkini

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×