Ilmuwan Ciptakan Alat Tes Darah, Bisa Mendeteksi Keberhasilan Pengobatan Kanker Lho!

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 10 Juni 2021 | 16:32 WIB
Ilmuwan Ciptakan Alat Tes Darah, Bisa Mendeteksi Keberhasilan Pengobatan Kanker Lho!
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sekelompok peneliti menciptakan sebuah alat tes darah baru yang dapat membantu dokter mendiagnosis apakah pengobatan kanker yang dijalani pasien berhasil atau tidak.

Tes darah ini dapat memberi tahu dokter dalam waktu 24 jam apakah terapi kanker yang ditargetkan (yang ditujukan langsung pada molekul tertentu) memiliki efek pada pertumbuhan tumor. Apabila ada perubahan haluan yang begitu cepat, pengobatan bisa langsung diadaptasi.

Alat tes ini disebut extracellular vesicle monitoring of small-molecule chemical occupancy and protein expression (ExoSCOPE), lapor Science Alert.

ExoSCOPE bekerja dengan cara mencari vesikel ekstraseluler (EV) dalam darah, partikel kecil yang dilepaskan oleh sel. Dalam hal ini, sel kanker yang terkena obat akan mengeluarkan EV dengan jejak obat di dalamnya.

"Menggunakan ExoSCOPE, kami dapat langsung mengukur hasil efektivitas obat dalam waktu 24 jam setelah memulai pengobatan. Ini akan secara signifikan mengurangi waktu dan biaya untuk pemantauan pengobatan kanker," kata ahli biofisika Shao Huilin dari National University of Singapore (NUS).

Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

EV memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari diameter rambut manusia. Tetapi menggunakan pengaturan sensor khusus yang melibatkan jutaan nanoring emas, para ilmuwan mampu memperkuat sinyal obat yang dikeluarkan EV.

Melalui analisis canggih dari sinyal cahaya yang dikeluarkan darah, sistem ExoSCOPE dapat menunjukkan apakah obat telah mencapai targetnya di dalam tubuh.

Lebih baik lagi, alat baru ini mampu memantau dinamika obat dari waktu ke waktu, memeriksa bagaimana pengobatan bekerja atau menghadapi resistensi. Ini memberikan gambaran yang komprehensif dalam waktu sangat singkat.

"Metode ini hanya membutuhkan sedikit sampel darah untuk analisis dan setiap tes membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk diselesaikan. jadi, ini kurang invasif dan lebih informatif," lanjutnya.

"Dengan cara ini, dokter dapat memantau respons pasien terhadap pengobatan lebih teratur selama pengobatan, dan membuat penyesuaian tepat waktu untuk menyesuaikan pengobatan untuk hasil yang lebih baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Kanker Kulit, Coba Perhatikan Lesi di Bawah Kuku

Deteksi Kanker Kulit, Coba Perhatikan Lesi di Bawah Kuku

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:15 WIB

Tim ITERA Teliti Obat Anti Kanker dari Bahan Alami

Tim ITERA Teliti Obat Anti Kanker dari Bahan Alami

Lampung | Rabu, 09 Juni 2021 | 12:33 WIB

Muncul Sensasi Tidak Nyaman dan Sering Mengejan Saat BAB, Awas Gejala Kanker Usus

Muncul Sensasi Tidak Nyaman dan Sering Mengejan Saat BAB, Awas Gejala Kanker Usus

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB