Heboh Soal Cacar Monyet, Apakah Penyakit Langka Ini Mematikan?

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 14 Juni 2021 | 10:19 WIB
Heboh Soal Cacar Monyet, Apakah Penyakit Langka Ini Mematikan?
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu belakangan, dua kasus cacar monyet atau monkeypox telah ditemukan di Wales, Inggris. Penyakit ini bisa menimbulkan lesi seperti cacar pada kulit, tetapi banyak orang mungkin paham cacar monyet ini mematikan atau tidak.

Cacar monyet atau monkeypox adalah virus langka yang paling sering ditemukan di negara-negara Afrika tengah dan barat. Sebagian besar kasus telah terdeteksi di Afrika, dengan risiko tertular cacar monyet di Inggris sangat rendah.

Umumnya, virus cacar monyet ini tergolong penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Artinya, kemungkinan cacar monyet menyebabkan kematian cukup rendah risikonya.

Sebelumnya, Kesehatan Masyarakat Wales mengonfirmasi dua orang yang tekena cacar monyet di Wales, bahwa satu orang telah terinfeksi virus itu dari luar negeri dan keduanya menjalani perawatan di rumah sakit Spesialis.

Konsultan PHW dalam perlindungan kesehatan Richard Film, mengatakan kasus cacar monyet yang ditemukan di Inggris merupakan kasus langka dan risiko penularan di masyarakat cenderung rendah.

Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)
Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)

"Kami telah bekerja dengan rekan-rekan multi-agensi untuk melakukan uji coba dan mengidentifikasi semua kontak dekat dengan pasien yang terkonfirmasi tersebut. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan infeksi virus corona lebih lanjut," kata Konsultan PHW dikutip dari Express.

Cacar monyet sendiri adalah penyakit langka yang pertama kali dilaporkan di Inggris pada September 2018. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit ringan secara umum, tanpa dampak jangka panjang pada kesehatan.

Jadi, apakah cacar monyet mematikan?

Virus cacar monyet ini mirip dengan cacar dan bisa berakibat fatal, tetapi jauh lebih ringan di sebagai besar kasus. Menurut pejabat kesehatan Inggris, cacar monyet ini bisa berakibat fatal hingga 10 persen kasus.

baca juga

Menurut medicinenet.com, tingkat kematian cacar monyet berkisar antara 15 hingga 20 persen pada anak-anak di Afrika Selatan. Gejala cacar monyet sendiri, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan dan sakit punggung.

Selain itu, orang yang terkena cacar monyet mungkin juga mengembangkan ruam. Ruam ini biasanya berkembang antara satu dan lima hari setelah gejala pertama kali muncul. Ruam cenderung mulai di wajah sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:38 WIB

Belum Usai Pandemi Covid-19, 2 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris

Belum Usai Pandemi Covid-19, 2 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:08 WIB

Masih Pandemi Covid-19, Inggris Temukan 2 Kasus Virus Cacar Monyet Mematikan

Masih Pandemi Covid-19, Inggris Temukan 2 Kasus Virus Cacar Monyet Mematikan

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 10:50 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×