Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:38 WIB
Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris, Kenali Gejala dan Pengobatannya
Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit langka yang biasanya ditemukan di Afrika, tetapi ada sejumlah kasus kecil yang ditemukan di Inggris.

Dalam kebanyakan kasus, monkeypox adalah penyakit ringan yang bisa sembuh seiring waktu. Tapi, gejala cacar monyet yang serius bisa menyerang beberapa pasien sehingga mereka membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa virus cacar monyet mirip dengan cacar biasa. Meskipun cacar monyet jauh lebih ringan dibandingkan cacar biasa, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Virus cacar monyet memiliki tingkat kematian antara 1 dan 10 persen yang mana sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Infeksi juga biasanya terjadi setelah kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau luka kulit dari hewan yang terinfeksi.

Makan daging hewan yang terinfeksi dan tidak dimasak dengan benar salah satu faktor yang bisa meningkatkan infeksi virus cacar monyet.

Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Penularan cacar monyet dari manusia ke manusia juga bisa terjadi akibat kontak dekat dengan lesi kulit orang yang terinfeksi atau benda yang baru saja terkontaminasi oleh pasien.

Gejala cacar monyet

Umumnya, penularan cacar monyet ini membutuhkan kontak tatap muka berkepanjangan sehingga orang terdekat memiliki risiko yang lebih besar. Bahkan, penularan juga bisa terjadi melalui plasenta yang dikenal sebagai cacar monyet bawaan.

Adapun gejala awal infeksi cacar monyet dilansir dari The Sun, antara lain:

baca juga
  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot
  4. Sakit punggung
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening
  6. Panas dingin
  7. Kelelahan

Ruam yang menyakitkan dan luka terbuka juga bisa berkembang akibat cacar monyet dan biasanya berawal dari wajah. Jika ruam menyebar ke area mata, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan.

Gejala umum cacar monyet ini berlangsung dari 14 hingga 21 hari, dengan kasus parah yang berkaitan dengan usia, tingkat paparan virus, kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Pengobatan cacar monyet

Sejauh ini, belum ada pengobatan khusus untuk mengatasi cacar monyet. Vaksinasi terhadap cacar telah terbukti 85 persen efektif mencegah cacar monyet. Tapi, vaksin tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum karena dihentikan setelah pemberantasan cacar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Usai Pandemi Covid-19, 2 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris

Belum Usai Pandemi Covid-19, 2 Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Inggris

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:08 WIB

Masih Pandemi Covid-19, Inggris Temukan 2 Kasus Virus Cacar Monyet Mematikan

Masih Pandemi Covid-19, Inggris Temukan 2 Kasus Virus Cacar Monyet Mematikan

Health | Jum'at, 11 Juni 2021 | 10:50 WIB

Orang Sakit Cacar Ular Dilarang Mandi, Mitos atau Fakta?

Orang Sakit Cacar Ular Dilarang Mandi, Mitos atau Fakta?

Health | Kamis, 08 April 2021 | 16:48 WIB

Terkini

Waspada di Ruang Publik! Pria Bawa Celurit Ditangkap Saat Beraksi di Kawasan Sudirman

Waspada di Ruang Publik! Pria Bawa Celurit Ditangkap Saat Beraksi di Kawasan Sudirman

News | Sabtu, 05 September 2026 | 15:17 WIB

Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pengeroyokan Dua Anggota Polsek Ngawen Blora

Polisi Periksa 17 Saksi Kasus Pengeroyokan Dua Anggota Polsek Ngawen Blora

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 15:17 WIB

Kenapa Cushion Flashback saat Difoto Pakai Flash? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Cushion Flashback saat Difoto Pakai Flash? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 15:15 WIB

Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?

Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:00 WIB

Statistik Gacor Mitchell Baker Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Pelatih Buka Suara

Statistik Gacor Mitchell Baker Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Pelatih Buka Suara

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 15:00 WIB

Tinggalkan Karier Keuangan, Eks Pekerja Korporasi Bangun Bisnis Perawatan Sepatu Premium di Depok

Tinggalkan Karier Keuangan, Eks Pekerja Korporasi Bangun Bisnis Perawatan Sepatu Premium di Depok

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 14:58 WIB

Saatnya Ganti Provider agar Mudah Dapatkan Peluang

Saatnya Ganti Provider agar Mudah Dapatkan Peluang

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 14:56 WIB

PSAD UII Tunggu Respons Prabowo: Bagaimana Rasa Keadilan yang Terluka Ini Bisa Diobati

PSAD UII Tunggu Respons Prabowo: Bagaimana Rasa Keadilan yang Terluka Ini Bisa Diobati

News | Sabtu, 05 September 2026 | 14:53 WIB

Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial

Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 14:48 WIB

5 Perbedaan Kulkas Direct Cooling vs No Frost, Penting Diketahui sebelum Membeli

5 Perbedaan Kulkas Direct Cooling vs No Frost, Penting Diketahui sebelum Membeli

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 14:43 WIB

×