Simak Gejala Apnea Tidur Obstruktif, yang Kerap Mendengkur Wajib Tahu

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 14 Juni 2021 | 14:39 WIB
Simak Gejala Apnea Tidur Obstruktif, yang Kerap Mendengkur Wajib Tahu
Ilustrasi tidur tidak berkualitas (freepik/Jcomp)

Suara.com - Gangguan apnea tidur obstruktif (OSA) sering kali diidentikkan dengan ciri mendengkur atau ngorok. Padahal penelitian menunjukkan bahwa OSA bukan hanya ditandai dengan mendengkur. 

Melansir dari Medicinenet, apnea tidur yang tidak diobati menyebabkan gangguan pernapasan berulang saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Dalam hal ini, American Academy of Sleep Medicine (AASM) mempertimbkan bahwa OSA bukan sekadar mendengkur saat tidur. 

"Meskipun tidak semua orang yang mendengkur menderita sleep apnea, mendengkur adalah tanda peringatan yang harus ditanggapi dengan serius," kata Presiden AASM Dr. Kannan Ramar. 

"Jika pasangan tidur Anda mendengkur atau jika Anda diberitahu bahwa Anda mendengkur, maka penting untuk berbicara dengan penyedia medis tentang skrining atau pengujian untuk sleep apnea," imbuhnya. 

Mengobati apnea tidur obstruktif dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebab hampir 70 persen orang yang tidur dengan pasangan mengatakan teman tidur mereka mendengkur. Namun tidak mengambil tindakan atau pemeriksaan lebih lanjur. 

Pada OSA, lima peringatan yang perlu Anda waspadai adalah mendengkur, tersedak atau terengah-engah saat tidur, kelelahan atau kantuk di siang hari, kegemukan, dan tekanan darah tinggi.

Indikasi lain dari apnea adalah tidur yang tidak menyegarkan, insomnia, sakit kepala di pagi hari, bangun di malam hari untuk pergi ke kamar mandi, sulit berkonsentrasi, kehilangan ingatan, penurunan hasrat seksual, lekas marah, dan lain sebagainya.

Ilustrasi perempuan mendengkur. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mendengkur. (Shutterstock)


"Menunda pengobatan untuk sleep apnea dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius," kata Ramar. 

"Untungnya, banyak efek merusak dari sleep apnea dapat dihentikan melalui diagnosis dan perawatan," imbuhnya. 

Perawatan khas untuk sleep apnea adalah terapi continuous positive airway pressure (CPAP). CPAP menjaga jalan napas tetap terbuka dengan memberikan aliran udara yang stabil melalui masker yang dipakai saat tidur.

Menggunakan CPAP dapat meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kewaspadaan siang hari, konsentrasi dan suasana hati. Terapi ini bahkan meningkatkan kesehatan otak dan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Orang Insomnia Berisiko Alami Masalah Kognitif

Hati-hati, Orang Insomnia Berisiko Alami Masalah Kognitif

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 21:44 WIB

Pasien Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Pasien Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Tinggi Meninggal Dunia

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 17:00 WIB

Hati-Hati, Penderita Diabetes dengan Pola Tidur Buruk Berisiko Alami Kematian Dini!

Hati-Hati, Penderita Diabetes dengan Pola Tidur Buruk Berisiko Alami Kematian Dini!

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 13:53 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB