alexametrics

Dokter Ingatkan Pentingnya Kemampuan CPR Pada Atlet dan Orang Sekitar Atlet

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Dokter Ingatkan Pentingnya Kemampuan CPR Pada Atlet dan Orang Sekitar Atlet
Manekin CPR atau Boneka CPR. (Pexels)

Itulah kenapa ia menekankan pentingnya para atlet dan orang di sekitar atlet mampu melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal RJP (resusitasi jantung paru).

Suara.com - Berpulangnya Atlet Bulutangkis kebanggaan Indonesia, Markis Kido menimbulkan duka mendalam di hati masyarakat termasuk Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito Anggarino Damay.

Dirinya mengaku sedih, terlebih legenda bulutangkis itu meninggal dunia di usia muda, yaitu masih 36 tahun.

Di samping itu, dr. Vito menyampaikan kasus meninggal karena serangan jantung saat tengah berolahraga, bukan hal yang jarang terjadi.

Itulah kenapa ia menekankan pentingnya para atlet dan orang di sekitar atlet mampu melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal RJP (resusitasi jantung paru).

Baca Juga: Markis Kido, Sang Legenda Periah Medali Emas Olimpiade Berpulang

"Pengalaman saya sebagai dokter jantung hal ini tidak jarang terjadi. Apalagi orang disekitarnya tidak bisa CPR. Hanya karena kali ini figur publik jadi orang tersentak, padahal tidak jarang hal begini terjadi. Rasanya urgent ya atlet-atlet dilatih CPR," ujar dr. Vito dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Menindaklanjuti ini, dr. Vito juga sempat menyampaikan ajakan kerjasama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dengan Pehimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk melatih CPR para atlet.

"CPR meningkatkan kemungkinan seseorang yang mengalami cardiac arrest survive (selamat dari kejadian henti jantung) hingga 44 persen," tutur dr. Vito.

Sekedar informasi, Markis Kido tutup usia pada Senin (15/6) malam diduga karena serangan jantung. Kabar meninggalnya Markis dikonfirmasi oleh mantan pebulutangkis Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir akrab menghiasai layar kaca sebagai presenter, Yuni Kartika.

Saat dikonfirmasi awak media ihwal berpulangnya Markis, Yuni menjawab; "Kayaknya serangan jantung. Saat lagi main bulutangkis di Tangerang," papar perempuan berusia 47 tahun itu.

Baca Juga: Begini Detik-detik Meninggalnya Markis Kido, Sempat Pingsan di Lapangan

Tak selang berapa lama, PBSI pun mengonfirmasi kabar meninggalnya Markis Kido lewat akun Instagram resmi mereka.

Komentar