Markis Kido Meninggal Saat Bermain Bulutangkis, Dokter: Dia Terdeteksi Hipertensi

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 15 Juni 2021 | 13:18 WIB
Markis Kido Meninggal Saat Bermain Bulutangkis, Dokter: Dia Terdeteksi Hipertensi
Markis Kido (Instagram @badminton.ina)

Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal dunia akibat serangan jantung pada Senin (14/6) malam. Peraih medali emas Olimpiade Beijing itu alami henti jantung saat tengah bermain bulutangkis.

Menurut dokter spesialis keolahragaan dr. Andi Kurniawan, Sp.OK., kondisi yang terjadi pada Markis Kido sebenarnya bisa dialami siapa saja. Risiko tersebut bisa makin besar jika seseorang memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang juga dimiliki oleh Markis Kido.

"Sebenarnya yang terjadi pada Markis Kido bisa terjadi pada siapa saja. Dan Markis Kido itu semenjak masih jadi atlet memang terdeteksi hipertensi," kata dokter Andi saat dihubungi suara.com, Selasa (15/6/2021).

"Jadi mau atlet atau bukan atlet, risiko henti jantung saat olahraga bisa terjadi kepada siapa saja. Maka penting sekali melakukan medical checkup untuk mengetahui kondisi tubuh seperti apa," imbuhnya.

Selain hipertensi seperti yang diidap Markis Kido, komorbid seperti kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan risiko terjadinya henti jantung saat berolahraga, jelas dokter Andi.

"Yang dikhawatirkan adanya kelistrikan jantung atau terjadi sumbatan pada pembuluh darah yang menuju atau dari jantung. Karena itu kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok itu bisa tingkatkan risiko henti jantung," paparnya.

Faktor pemicu lainnya selain kesehatan secara medis, kondisi fisik saat berolahraga juga bisa sebabkan risiko serupa. Dokter Andi mengatakan, seseorang yang kelelahan akibat berolahraga atau melakukan olahraga terlalu berat saat kondisi fisik tidak fit bisa membebani kerja jantung.

"Ketika seseorang kelelahan, beban jantung meningkat. Jadi seseorang kelelahan ketika olahraga, kerja jantungnya lebih berat. Sehingga kalau ada sumbatan atau gangguan kelistrikan jantung akan menyebabkan henti jantung mendadak," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Bona Septano Tak Sempat Berjumpa Markis Kido untuk Terakhir Kalinya

Cerita Bona Septano Tak Sempat Berjumpa Markis Kido untuk Terakhir Kalinya

Sport | Selasa, 15 Juni 2021 | 13:09 WIB

Markis Kido Meninggal, Jangan Lakukan Ini Saat Beri Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Markis Kido Meninggal, Jangan Lakukan Ini Saat Beri Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 11:43 WIB

Dokter Ingatkan Pentingnya Kemampuan CPR Pada Atlet dan Orang Sekitar Atlet

Dokter Ingatkan Pentingnya Kemampuan CPR Pada Atlet dan Orang Sekitar Atlet

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 11:24 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB