Berkaca dari Markis Kido dan Christian Eriksen, Orang Pingsan Jangan Ditampar

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 15 Juni 2021 | 14:43 WIB
Berkaca dari Markis Kido dan Christian Eriksen, Orang Pingsan Jangan Ditampar
Ilustrasi pingsan. [shutterstock]

Suara.com - Meninggalnya Markis Kido dan kolapsnya Christian Eriksen patut menjadi pelajaran pertolongan pertama serangan jantung saat olahraga.

Masih sering ditemukan, orang yang pingsan dan kolaps malah ditampar pipi atau ditepuk tangannya untuk mengecek kesadaran.

Padahal menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito Anggarino Damay mengingatkan pentingnya CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal RJP (resusitasi jantung paru) dipelajari orang yang berada di sekitar atlet.

"CPR itu wajib dipelajari menurut saya. Nah tapi buktinya saya lihat di video yang beredar kalau ada pasien cardiac arrest (henti jantung mendadak), malah ditepok tangannya, ditampar pipinya," ujar dr. Vito melalui keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Kata dr. Vito, berkaca pada kronologi kolapsnya Eriksen ia sempat terbaring lama, baru akhirnya tenaga medis datang menolong. Padahal harusnya orang sekitar, bisa membantu menolong dengan melakukan CPR.

"Kalau ada orang kolaps di pertandingan olahraga tanpa benturan maka responnya harusnya segera cek napas dan kesadarannya (untuk medis segera cek nadi) jika tidak ada respon maka CPR harusnya dilakukan," terang dr. Vito.

CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau dikenal RJP (resusitasi jantung paru), adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas.

Tujuan CPR dilakukan adalah untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup dengan teknik pemijatan atau penekanan di dada.

dr. Vito menambahkan, CPR bisa meningkatkan 44 persen peluang seseorang bisa selamat dari kematian akibat henti jantung mendadak.

baca juga

"Dokter-dokter pun perlu mendapat edukasi mengenai hal ini agar dapat menolong di saat yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sementara itu untuk kasus Markis Kido yang tiba-tiba pingsan juga diduga mengalami serangan jantung, yang akhirnya membuat atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia itu harus menghembuskan napas terakhirnya.

Pertolongan pertama CPR Markis Kido juga sangat diperlu dilakukan para atlet yang ada di sampingnya, dan beberapa langkah yang sebaiknya tidak dilakukan seperti mendudukan pasien hingga memberi minum.

"Seorang yang kolaps atau pingsan atau tidak sadarkan diri jangan didudukkan harusnya dibaringkan. Juga jangan diberikan minum hingga orang tersebut benar benar sadar dan bisa minum sendiri. Jadi ini dua prinsip yang harus diketahui penolong," terangnya.

Dokter yang juga aktif membuat edukasi di kanal YouTube Dokter Vito, menjelaskan kasus serangan jantung atau pingsan karena hilang napas maupun hilang kesadaran adalah kasus yang sering terjadi. Itulah mengapa setiap orang perlu mempelajari tindakan CPR.

"Hanya karena kali ini figur publik jadi orang tersentak, padahal tidak jarang hal begini terjadi," pungkas dr. Vito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Eks Dirjen PHU Hilman Latief Terima Uang dalam Amplop dan Goodie Bag dari Direktur Maktour

Eks Dirjen PHU Hilman Latief Terima Uang dalam Amplop dan Goodie Bag dari Direktur Maktour

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:19 WIB

Electricity Connect 2026: PLN Group Berkolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Electricity Connect 2026: PLN Group Berkolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:15 WIB

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:06 WIB

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:02 WIB

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

×