Markis Kido Sempat Ngorok Saat Pingsan, Dokter: Itu Tanda Sumbatan Jalan Napas

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 16 Juni 2021 | 07:39 WIB
Markis Kido Sempat Ngorok Saat Pingsan, Dokter: Itu Tanda Sumbatan Jalan Napas
Markis Kido meninggal dunia. (Instagram @badminton.ina)

Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia Markis Kido meninggal pada Senin (14/6) malam WIB. Diketahui, ia sempat ngorok saat jatuh pingsan dan tak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit.

Terkait hal ini, dokter spesialis keolahragaan dr. Andi Kurniawan, Sp.OK., menjelaskan bahwa ngorok merupakan tanda jalan napas tersumbat. Seseorang yang pingsan akibat serangan jantung mendadak umum alami hal tersebut akibat lidahnya terdorong ke arah tenggorokan.

"Ngorok itu salah satu tanda ada sumbatan jalan napas. Yang harus dilakukan adalah membebaskan jalan napas. Caranya chin lift, jadi dagu dinaikan, melebarkan jalan napas. Itu yang sebetulnya dilakukan (saat Kido pingsan) apa tidak, kita tidak tahu," kata dokter Andi dihubungi suara.com, Selasa (15/6/2021).

Sehari sebelumnya, Timnas Denmark Christian Eriksen juga alami hal serupa saat dalam pertandingan EURO 2020.

Gelandang Timnas Denmark, Christian Eriksen (tengah) dievakuasi setelah kolaps di tengah lapangan pada laga Grup B Euro 2020 kontra Finlandia di Parken Stadium, Copenhagen, Sabtu (12/6/2021) malam WIB lalu. [Friedemann Vogel / AFP / POOL]
Gelandang Timnas Denmark, Christian Eriksen (tengah) dievakuasi setelah kolaps di tengah lapangan pada laga Grup B Euro 2020 kontra Finlandia di Parken Stadium, Copenhagen, Sabtu (12/6/2021) malam WIB lalu. [Friedemann Vogel / AFP / POOL]

Menurut dokter Andi, berdasarkan video yang beredar di media sosial, pertolongan pertama yang didapatkan Eriksen sudah sangat tepat. Sehingga, nyawa atlet 29 tahun itu akhirnya bisa diselamatkan.

"Bahkan adanya membuat pagar supaya tidak terlihat, kemudian membuka mulut melakukan resusitasi. Jadi kita tidak perlu menunggu ambulans datang. Tapi bantuan basic life support itu dimiliki oleh siapa pun yang bukan tenaga medis, seorang atlet juga," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa rumus ABC alias Airway control, Breathing support, dan Circulation support, dalam memberikan pertolongan pertama harus bisa dilakukan oleh siapa pun, baik atlet, masyarakat umum, terlebih tenaga medis.

Sehingga ketika terdapat seseorang alami henti jantung yang perlu dilakukan pertama kali merupakan melebarkan jalan napas (Airway control). Salah satunya dengan memeriksa kondisi lidah apakah melipat sehingga menimbulkan suara ngorok seperti yang dialami Markis Kido.

"Kemudian breathing, dicek napas atau tidak. Kalau tidak beri bantuan napas. Kemudian circulasion, kalau henti jantung kita berikan bantuan pompa jantung," jelasnya.

baca juga

Posisi orang yang alami henti jantung juga harus benar-benar berbaring.

"Itulah yang benar sekali. Kita melihat video yang beredar beberapa hari lalu, cara membangunkan orang didudukan lalu ditampar-tampar. Bukan begitu! Tapi lakukan CPR dan resusitasi jantung paru. Sebenarnya itu yang penting diketahui masyarakat," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Humas PBSI Broto Happy mengatakan Kido meninggal saat sedang bermain bulutangkis dengan rekan-rekannya, termasuk sesama legenda, Chandra Wijaya.

Ia menceritakan kronologi saat mantan pasangan ganda putra Hendra Setiawan itu pingsan. Skor menunjukan 15-8, kemudian Markis Kido berpindah lapangan. Tetapi tak lama setelah itu, Kido justru pingsan.

"Ketika sudah pergantian lapangan, kemudian dia terjatuh, ditolong dengan rekan-rekannya, salah satunya ditolong oleh Chandara Wijaya," katanya saat ditemui di rumah duka, Bekasi, Selasa (15/6/2021).

Broto menceritakan bahwa setelah terjatuh, peraih medali emas Olimpiade 2008 itu tidak sadarkan diri. Bahkan dia sempat seperti tertidur lelap.

"Kido saat itu langsung pingsan tidak sadarkan diri dan juga mengorok," jelasnya.

Markis Kido kemudian dinyatakan meninggal dunia diduga karena serangan jantung tak lama setelah dibawa ke rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Pembayaran Digital Makin Tinggi, Anak Muda Minta Uang THR Lewat QRIS

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:21 WIB

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

Detik-Detik Brigadir WHS Tewas dalam Tugas: Motor Masuk Kolong Truk saat Antar Berkas Perkara

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:16 WIB

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

Sosok Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Disorot Akibat Adanya Fasilitas Mewah di Lapas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:10 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

×