Waspada, Peneliti Tegaskan Earbud hingga Headphone Perlahan Rusak Pendengaran

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:55 WIB
Waspada, Peneliti Tegaskan Earbud hingga Headphone Perlahan Rusak Pendengaran
Ilustrasi mendengarkan lagu pakai headphone (unsplash)

Suara.com - Pakai earbud, headset atau earphone memang terasa nyaman saat mendengarkan musik. Namun, kebiasaan ini secara perlahan bisa merusak pendengaran Anda. 

Melansir dari Healthline, analisis terbaru menunjukkan bahwa tingkat kebisingan yang tinggi dapat memengaruhi gangguan pendengaran di masa depan. Anak-anak, remaja, dan dewasa muda mungkin sangat berisiko jika mereka sering mendengarkan musik berjam-jam per hari dengan volume melebihi batas kesehatan, yakni 70 desibel rata-rata.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 50 persen orang berusia 12 hingga 35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara keras yang berkepanjangan dan berlebihan. 

"Saya pikir pada tingkat yang lebih luas, komunitas medis dan audiologi, serta masyarakat umum, tidak mengerti bahwa gangguan pendengaran yang signifikan bukanlah bagian dari penuaan sehat yang normal, tetapi sebagian besar merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan," kata Dr. Daniel Fink, ketua dewan The Quiet Coalition.

"Demikian pula, tanpa paparan suara keras, kita harus dapat mendengar dengan baik sampai usia tua, sesuatu yang umumnya tidak benar dalam masyarakat industri," kata Fink.

Kesimpulan utama penelitian ini  adalah bahwa orang yang menggunakan sistem audio pribadi yang terhubung ke headphone atau earbud bisa merusak pendengaran.

"Khususnya untuk anak muda, penggunaan sistem audio pribadi adalah sumber utama paparan kebisingan di waktu senggang," kata Fink. 

"[Ketika] mereka mencapai usia paruh baya, mungkin di awal hingga pertengahan 40-an, pendengaran mereka akan sama sulitnya dengan kakek-nenek mereka yang sekarang berusia 70-an dan 80-an," imbuhnya. 

Ilustrasi mendengarkan lagu pakai headphone (istockphoto)
Ilustrasi mendengarkan lagu pakai headphone (istockphoto)

Selain kehilangan beberapa kemampuan untuk berkomunikasi, gangguan pendengaran telah dikaitkan dengan penurunan kognitif.

baca juga

Menurut sebuah studi tahun 2011, dibandingkan dengan orang tanpa gangguan pendengaran, mereka yang mengalami gangguan pendengaran lebih berisiko terkena demensia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Varian Delta Bisa Picu Masalah Pendengaran dan Keseimbangan!

Waspada, Varian Delta Bisa Picu Masalah Pendengaran dan Keseimbangan!

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 17:17 WIB

Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!

Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:30 WIB

Gangguan Pendengaran di Masa Tua Bisa Dicegah sejak Masih Muda, Ini Penjelasannya

Gangguan Pendengaran di Masa Tua Bisa Dicegah sejak Masih Muda, Ini Penjelasannya

Kalbar | Minggu, 06 Juni 2021 | 11:58 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×