Mungkinkah Varian Delta Plus Picu Gelombang Ketiga?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 24 Juni 2021 | 12:44 WIB
Mungkinkah Varian Delta Plus Picu Gelombang Ketiga?
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona varian Delta merupakan salah satu varian yang diketahui lebih menular dibandingkan lainnya. Kini, para ahli pun menemukan varian baru Delta plus atau AY.1 ditandai dengan akuisisi mutasi K417N.

Di India, pemerintah secara resmi menyatakan varian Delta plus menjadi varian perhatian yang lebih menular, memiliki ikatan lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru, dan berpotensi menurunkan antibodi monoklonal.

Sampai sekarang, India menjadi salah satu dari 9 negara yang mendeteksi varian Delta plus. Kabarnya, varian Delta plus ini juga telah terdeteksi di sejumlah negara lainnya.

Karena banyaknya kasus varian Delta plus yang telah diidentifikasi di beberapa bagian India, banyak yang khawatir bahwa varian baru ini bisa menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksin Covid-19.

Tapi, Prof Shahid Jameel, mantan anggota INSACOG dan salah satu ahli virologi terkemuka di India, mengatakan sampai sekarang tidak ada bukti kuat bahwa varian Delta plus ini lebih menular.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Sementara itu dilansir dari Times of India, terapi monoklonal yang sedang digunakan untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 ringan, sedang dan berisiko menderita parah disebut tak ampuh melawan varian Delta plus.

Antibodi monoklonal adalah klon dari antibodi yang menargetkan satu antigen spesifik. Antibodi ini dibuat secara artifisial di laboratorium dan mengikat protein lonjakan virus SARS-CoV-2 dengan cara menghalangi masuknya sel-sel sehat serta melindungi tubuh dari hal yang sama.

Varian Delta plus dan gelombang ketiga pandemi

Saat ini, gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19 di India telah dikaitkan dengan varian Delta. Kini, jumlah kasus virus corona pun terus menurun, tapi kasus varian Delta plus telah ditemukan di Ratnagiri dan Jalgaon di Maharashtra, Palakkad dan Pathanamthitta di Kerala, dan di Bhopal dan Shivpuri di Madhya Pradesh.

Para ahli kesehatan pun telah mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya bahwa varian baru ini bisa memicu gelombang ketiga pandemi virus corona Covid-19. Meskipun masih banyak spekulasi mengenai varian Delta plus, negara bagian Maharashtra telah melaporkan sebagian besar kasus varian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Ubah Nama-Nama Varian Virus Corona, Termasuk Asal-usul Varian Delta!

WHO Ubah Nama-Nama Varian Virus Corona, Termasuk Asal-usul Varian Delta!

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:00 WIB

Sepertiga Pasien Meninggal karena Varian Virus Corona India Walau Sudah Divaksin Covid-19

Sepertiga Pasien Meninggal karena Varian Virus Corona India Walau Sudah Divaksin Covid-19

Health | Senin, 14 Juni 2021 | 08:30 WIB

Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!

Gejala Varian Virus Corona India, Waspadai Gangren dan Gangguan Pendengaran!

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB