Anak yang Terinfeksi Covid-19 Juga Bisa Alami Komplikasi

Arendya Nariswari, Lilis Varwati

Senin, 05 Juli 2021 | 21:14 WIB
Anak yang Terinfeksi Covid-19 Juga Bisa Alami Komplikasi
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Infeksi Covid-19 bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya pada siapa pun, termasuk anak-anak. Dokter spesialis anak Dr. dr. Ni Putu Siadi Purniti  Sp.A(K)., mengatakan bahwa kondisi berat tidaknya anak saat terinfeksi Covid-19 sangat dipengaruhi imunitasnya.

"Kalau kondisi berat biasanya terjadi pada anak yang memiliki penyakit dasar, terutama yang imunitas rendah. Yang dikenal multi organ sistem covid, itu bisa terjadi pada anak," kata dokter Siadi dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (5/7/2021).

Komplikasi itu bisa menimbulkan berbagai gejala yang dialami anak. Seperti ruam di kulit, gangguan pada organ non saluran napas, misalnya, jantung dan otak. Juga bisa berimpas pada saluran saraf lain ataupun saluran cerna. 

Akan tetapi, paling sering komplikasi memang terjadi pada saluran napas. Dokter Saidi mengingatkan bahwa kondisi komplikasi itu sangat membahayakan dan pasien bisa berkembang menjadi kondisi kritis. 

Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak Covid-19 (Pixabay/educadormarcossv)

"Paling sering kalau ke saluran napas. Ia akan merangsang imflasi yang kita sebut sebagai badai sitokin. Jadi di paru-paru penuh dengan sitokin yaitu sel radang di paru kemudian tentu bernapas tidak baik. Bahkan apabila besar kemungkinan ada mendapatkan infeksi sekunder. Jadi bukan hanya virus menginfeksi saluran napas tapi ada bakteri juga. Ini yang sering kita lihat pada pasien Covid," paparnya.

Gejala Covid-19 pada anak secara umum sama dengan orang dewasa. Seperti adanya demam, batuk, pilek, hingga pneumonia. Dokter Siadi juga menyampaikan, bahkan anak-anak juga ada yang tidak mengalami gejala sama sekali meski telah terkonfirmasi positif Covid-19. 

Hanya saja klasifikasi gejala ringan, sedang, berat bahkan kritis pada anak berbeda dengan orang dewasa. Sebab pada anak harus disesuaikan dengan usianya.

"Bagaimana kita mengklasifikasikan, yang mana kita sebut dengan gejala ringan, gejala berat, atau kita sebut dengan pneumonia yang disebabkan oleh Covid, itu yang sedikit berbeda. Misalnya dia umur berapa  bagaimana kita menentukan adanya napas yang cepat. Golongannya berbeda 0 sampai 2 bulan, 1 tahun sampai 5 tahun, itu berbeda. Jadi dokter mesti tahu yang mana klasifikasikan ringan, sedang, bahkan kritis," jelasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies ke Para Orang Tua di Jakarta: Ajak Anak Ikut Divaksin di Puskesmas

Anies ke Para Orang Tua di Jakarta: Ajak Anak Ikut Divaksin di Puskesmas

Jakarta | Senin, 05 Juli 2021 | 20:13 WIB

Fadjar Umbara Positif Covid-19, Sidang Kasus Kekerasan Anak Ditunda

Fadjar Umbara Positif Covid-19, Sidang Kasus Kekerasan Anak Ditunda

Entertainment | Senin, 05 Juli 2021 | 18:44 WIB

Keluarga yang Toksik Bisa Memicu Anak Sulit Mengekspresikan Diri

Keluarga yang Toksik Bisa Memicu Anak Sulit Mengekspresikan Diri

Lifestyle | Senin, 05 Juli 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:50 WIB

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 07:45 WIB

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 07:30 WIB

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 07:24 WIB

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:20 WIB

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:31 WIB

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:21 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 06:00 WIB

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

×