Jangan Ragu Divaksin, Studi Sebut Sinovac 83 Persen Cegah Covid-19 Bergejala

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Sabtu, 10 Juli 2021 | 12:54 WIB
Jangan Ragu Divaksin, Studi Sebut Sinovac 83 Persen Cegah Covid-19 Bergejala
Petugas kesehatan bersiap menyuntikan vaksin di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Suara.com - Vaksinasi mungkin tak 100 persen melindungi Anda dari Covid-19. Namun vaksin yang beredar di Indonesia, yakni CoronaVac dari Sinovac bisa membuat Covid-19 tak begitu parah. 

Sebab penelitian baru menunjukkan bahwa dua dosis vaksin CoronaVac China 83,5 persen efektif melawan Covid-19 bergejala. Uji coba fase 3 penelitian ini melibatkan lebih dari 10.000 orang berusia 18 hingga 59 tahun di Turki. 

Melansir dari Medicinenet, analisis respons imun dari 981 peserta yang mendapat vaksin menemukan bahwa vaksin memicu respons imun yang kuat pada 90 persen peserta peneltian. 

"Untuk mengendalikan pandemi Covid-19, dunia membutuhkan setiap dosis vaksin yang aman dan efektif, dan hasil kami menambahkan bukti penting tentang keamanan dan efektivitas vaksin dari virus yang tidak aktif ini," kata peneliti Murat Akova dari Universitas Hacettepe Sekolah Kedokteran, di Turki.

Dalam uji coba, tidak ada efek samping parah yang terkait dengan vaksin dan sebagian besar  (90 persen) efek samping adalah ringan meliputi kelelahan, nyeri tempat suntikan dan nyeri otot.

Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]
Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]


Temuan awal ini diterbitkan 8 Juli di The Lancet dan dijadwalkan akan dipresentasikan selama pertemuan virtual Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa, yang diadakan Juli 9 sampai 12.

Uji coba ini memiliki periode tindak lanjut yang singkat, peserta yang relatif muda dan berisiko rendah, dan berlangsung sebelum varian kekhawatiran muncul. Oleh karena itu, para peneliti mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas jangka panjang vaksin. 

Dikembangkan oleh Sinovac Life Sciences, CoronaVac menggunakan virus yang tidak aktif dan tidak berbahaya yang mendorong sistem kekebalan untuk memproduksi antibodi. Vaksin telah disetujui untuk penggunaan darurat di 22 negara, dan telah dalam uji coba fase 3 di Brasil, Indonesia, Chili, dan Turki sejak pertengahan 2020.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

301.071 Warga Kota Bandar Lampung Sudah Divaksin COVID-19

301.071 Warga Kota Bandar Lampung Sudah Divaksin COVID-19

Lampung | Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:41 WIB

Puskesmas Sumur Batu Kebakaran, Pemkot Jakpus Bantah 1.000 Vaksin Ludes

Puskesmas Sumur Batu Kebakaran, Pemkot Jakpus Bantah 1.000 Vaksin Ludes

Jakarta | Jum'at, 09 Juli 2021 | 20:48 WIB

Warga Jogja Antusias Disuntik Vaksin Covid-19, Perlu Penambahan Tim Vaksinator

Warga Jogja Antusias Disuntik Vaksin Covid-19, Perlu Penambahan Tim Vaksinator

Jogja | Jum'at, 09 Juli 2021 | 20:25 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×