Imunisasi Rutin Terganggu di Masa Pandemi, Wabah Campak Diwaspadai Bangkit Kembali

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 15 Juli 2021 | 18:24 WIB
Imunisasi Rutin Terganggu di Masa Pandemi, Wabah Campak Diwaspadai Bangkit Kembali
Pasien campak. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewasdapi munculnya wabah berbahaya seperti campak dan polio yang bisa bangkit kembali di masa pandemi COVID-19.

Hal ini menurut pakar terjadi akibat program imunisasi rutin yang terganggu. Akibatnya, hampir 23 juta anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi rutin tahun lalu.

Dilansir ANTARA, campak, salah satu penyakit paling menular di dunia, bisa berakibat fatal bagi anak balita, khususnya di negara-negara Afrika dan Asia yang sistem kesehatannya tergolong lemah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Polio dapat melumpuhkan seorang anak seumur hidupnya.

Kesenjangan dalam cakupan vaksinasi telah menimbulkan "badai yang sempurna", menyebabkan anak-anak rentan terhadap penyakit menular saat banyak negara melonggarkan pembatasan COVID-19, kata WHO dan Unicef dalam sebuah laporan tahunan.

Di sepuluh negara, terutama di India dan Nigeria, 22,7 juta anak belum diimunisasi dengan vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) pada 2020, 3,7 juta lebih tinggi dari 2019 dan tertinggi sejak 2009, kata laporan itu tentang indikator kunci tingkat vaksinasi anak.

Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]

Wabah campak yang "masif dan mengganggu" telah dilaporkan muncul di sejumlah negara, termasuk Afghanistan, Mali, Somalia, dan Yaman, laporan itu menambahkan.

Sekitar 22,3 juta anak melewati suntikan pertama vaksin campak tahun lalu, cakupan terendah terhadap penyakit pembunuh itu sejak 2010, meski angka tersebut mungkin tumpang tindih dengan mereka yang belum diimunisasi DPT secara lengkap.

"Pandemi COVID-19 telah menimbulkan kemunduran besar bagi vaksinasi anak, membawa kita kembali ke lebih dari satu dekade lalu," kata Kate O'Brien, direktur imunisasi WHO, kepada pers.

Ada "peningkatan mengkhawatirkan" pada anak-anak "nol dosis", mereka yang melewati semua vaksinasi, dari 13,6 juta pada 2019 menjadi 17,1 juta tahun lalu, kata Ephrem Lemango, kepala imunisasi UNICEF. Banyak dari mereka yang tinggal di negara konflik atau perkampungan kumuh, katanya.

Sebanyak 66 negara menunda sedikitnya satu program imunisasi terhadap penyakit yang bisa dicegah, meski beberapa di antaranya, termasuk Meksiko, telah memulai percepatan vaksinasi, sebut laporan itu.

"Pada 2021 kita mungkin menghadapi 'badai sempurna' dan kita tidak ingin badai itu membunyikan lonceng peringatan. Kita bunyikan lonceng itu sekarang," kata O'Brien.

WHO telah mendesak negara-negara untuk tidak mencabut aturan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial secara prematur ketika mereka mulai bangkit dari pandemi.

"Tapi jika itu terjadi, dan sedang terjadi, kita akan melihat lebih banyak lagi penularan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!

Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!

Entertainment | Selasa, 17 Maret 2026 | 19:45 WIB

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

Waspada Campak Jelang Lebaran: Mengapa Kasus Bisa Naik Saat Libur dan Seberapa Penting Vaksin MR?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:22 WIB

Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar

Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:54 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:17 WIB

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 21:52 WIB

Waspada! Kasus Campak Naik Akibat Rendahnya Cakupan Vaksinasi RI

Waspada! Kasus Campak Naik Akibat Rendahnya Cakupan Vaksinasi RI

News | Senin, 09 Maret 2026 | 13:22 WIB

7 Lotion Calamine untuk Meredakan Gatal Akibat Campak, Harga Mulai Rp8 Ribuan

7 Lotion Calamine untuk Meredakan Gatal Akibat Campak, Harga Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 11:25 WIB

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Health | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB