Lindungi Diri dari Varian Beta, Cobalah Ikuti Pola Diet Nabati Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 18 Juli 2021 | 14:59 WIB
Lindungi Diri dari Varian Beta, Cobalah Ikuti Pola Diet Nabati Ini!
Makanan nabati (Envato)

Suara.com - Varian Beta adalah varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. Varian Beta ini termasuk varian virus corona yang mengkhawatirkan karena berkaitan dengan peningkatan kasus rawat inap dan kematian pasien.

Menurut Candian Medical Association Journal (CMAJ), vaksin Covid-19 juga nampaknya kurang efektif mencegah penyebaran dan penularan virus corona varian Beta tersebut.

Saat ini, penelitian menunjukkan dua kali suntikan vaksin Pfizer 75 persen efektif melawan varian Beta. Tapi, dua kali suntikan vaksin Pfier lebih efektif melawan varian Alpha bila dibandingkan varian Beta, yakni tingkat efektivitasnya 89,5 persen.

"Afrika Selatan sendiri telah menghentikan rencana untuk meluncurkan vaksin AstraZeneca, karena hasil uji klinis vaksin Covd-19 ini menunjukkan perlindungan hanya untuk pasien dengan kondisi ringan hingga sedang akibat varian Beta," kata CMAJ dikutip dari Express.

Studi terbaru menunjukkan bahwa mutasi pada protein lonjakan varian Beta mungkin kebal terhadap antibodi atau kekebalan yang terbentuk dari suntikan vaksin Covid-19.

Ilustrasi virus corona varian beta (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona varian beta (Pixabay/mohamed_hassan)

Cara melindungi diri dari varian Beta

Karena varian Beta dikhawatirkan bisa menjadi ancaman besar seperti varian Delta. Semua orang harus mengalami langkah-langkah pencegahan yang lebih diperketat.

Tak hanya menjalani protokol kesehatan yang berlaku. Pola makan juga berperan penting bagi tubuh untuk melindungi dirinya sendiri dari ancaman virus corona varian Beta.

Studi yang dipimpin oleh Tim Spector, menganalisis pola diet dari lebih 600 ribu contributor aplikasi. Mereka bersama rekan peneliti di Harvard Medical School menemukan pola diet terbaik untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19.

"Orang yang mengonsumsi makanan kaya nabati berkualitas tinggi lebih kecil risikonya terkena virus corona Covid-19 atau menderita parah akibat virus tersebut," kata para peneliti.

Adapun diet makanan kaya nabati berkualitas tinggi, meliputi:

  1. Buah-buahan
  2. Sayuran
  3. Biji-bijian utuh
  4. Ikan yang berminyak

Diet nabati ini berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan yang lebih baik, seperti mengurangi peradangan, lemak tubuh berkurang, meningkatkan lemak darah dan peningkatan kadar gula.

Orang yang konsumsi makanan sehat sekitar 10 persen lebih kecil risikonya mengembangkan Covid-19 dibandingkan oleh mereka yang mengonsumsi makanan berkualitas rendah.

Selain itu, orang yang konsumsi makanan sehat 40 persen lebih kecil risikonya menderita parah akibat virus corona Covid-19.

Profesor Andrew Chan mengatakan kualitas diet merupakan faktor risiko untuk banyak kondisi yang diketahui memiliki dasar peradangan.

Dr Sarah Berry juga mengatakan bahwa pola makan yang sehat bisa mengurangi risiko tertular virus corona Covid-19, terutama bagi orang yang tinggal di daerah miskin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi, Ahli Khawatir Virus Corona Varian Beta Kebal dari Vaksin Covid-19

Lagi, Ahli Khawatir Virus Corona Varian Beta Kebal dari Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 18 Juli 2021 | 14:21 WIB

Baru Tahu, Makan Buah Ini Ternyata Ada Waktu Khusus

Baru Tahu, Makan Buah Ini Ternyata Ada Waktu Khusus

Your Say | Kamis, 15 Juli 2021 | 16:54 WIB

Kasus Covid-19 Indonesia Tak Terkendali, Mungkinkah Muncul Virus Corona Varian Indonesia?

Kasus Covid-19 Indonesia Tak Terkendali, Mungkinkah Muncul Virus Corona Varian Indonesia?

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB