Antibiotik Azithromycin Tidak Efektif Turunkan Gejala Pada Pasien Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 21 Juli 2021 | 07:52 WIB
Antibiotik Azithromycin Tidak Efektif Turunkan Gejala Pada Pasien Covid-19
Ilustrasi obat Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian ilmiah menunjukan bahwa obat antibiotik azithromycin tidak efektif untuk pengobatan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Hasilnya, tidak ditemukan penurunan gejala apapun dari efek konsumsi obat tersebut.

Para peneliti dari University of California San Francisco itu membandingkan azithromycin dengan plasebo dalam penelitian.

Penelitian tersebut diterbitkan di JAMA Network pada 16 Juli 2021. Mereka menganalisis 263 pasien Covid-19 rawat jalan, 171 di antaranya diobati dengan antibiotik oral 1,2 gram dosis tunggal. Sementara 92 pasien diberi plasebo.

Setelah dua minggu, para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang signifikan penurunan gejala Covid-19 pada pasien yang minum azithromycin maupun plasebo.

Terlebih lagi, pada hari ke-21, lima peserta konsumsi azithromycin justru dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lamjut. Sementara pada kelompok plasebo tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit.

Ketua departemen kedokteran dan kepala penyakit menular di Gunung Sinai Nassau Selatan Dr. Aaron Glatt mendukung hasil penelitian tersebut. Ia menyampaikan bahwa azithromycin bukanlah obat yang harus digunakan untuk mengobati Covid-19.

"Tidak ada bukti bahwa itu memberikan manfaat apapun untuk mengobati Covid-19 dan tidak boleh digunakan kecuali ada indikasi bakteri yang tepat," ucapnya, dikutip dari Fox News.

Antibiotik sejenis azithromycin sering digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti pneumonia dan infeksi menular seksual, menurut Dr. Anthony J. Santella, profesor administrasi dan kebijakan kesehatan dan koordinator universitas COVID-19 di University of New Haven.

"Jadi, mengeksplorasi penggunaannya untuk mencegah gejala Covid-19 masuk akal menggunakan desain uji klinis yang kuat. Kita harus ingat ini adalah satu studi penelitian dan kita tidak akan pernah mengubah pedoman pengobatan tanpa mereplikasi penelitian dan mendapatkan panel ahli untuk meninjau data studi secara independen," tuturnya.

Antibiotik pertama kali diperkenalkan ke perawatan Covid-19 karena sifat anti-inflamasinya yang dihipotesiskan untuk membantu menghentikan perkembangan jika diberikan sejak dini, demikian penulis utama Catherine E. Oldenburg, MPH, asisten profesor di UCSF Proctor Foundation, menulis dalam rilis berita yang diposting ke EurekAlert.org.

“Temuan ini tidak mendukung penggunaan rutin azithromycin untuk infeksi SARS-CoV-2 rawat jalan,” tulis Oldenburg.

Pakar lain menyebut hasil penelitian tersebut mengkhawatirkan tetapi tidak sepenuhnya tidak terduga. Dr. Ryan Miller, spesialis penyakit menular di Klinik Cleveland, mencatat bahwa antibiotik telah terbukti mengurangi jumlah pasien yang dirawat kembali dengan penyakit obstruktif paru kronis (PPOK).

Selain itu, efek anti-inflamasi yang diketahui dari pengobatan membantu mengurangi efeknya dari PPOK.

Dia juga memperingatkan bahwa antibiotik memiliki efek samping yang signifikan dan berpotensi mematikan, salah satunya dapat mengakibatkan irama jantung abnormal yang mencegah darah dipompa ke seluruh tubuh.

"Untuk alasan ini, saya dan rekan-rekan dokter penyakit menular saya cenderung melakukan kesalahan di sisi keengganan ketika memberikan terapi tambahan tanpa manfaat yang terbukti. Setiap obat memiliki risiko reaksi yang merugikan," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Sebut 60 Persen Pasien COVID-19 yang Dirawat Belum Divaksinasi

Inggris Sebut 60 Persen Pasien COVID-19 yang Dirawat Belum Divaksinasi

Health | Selasa, 20 Juli 2021 | 17:14 WIB

Dokter Indonesia Viral di Luar Negeri Karena Ajak Warga Lihat Pasien Covid-19

Dokter Indonesia Viral di Luar Negeri Karena Ajak Warga Lihat Pasien Covid-19

Sulsel | Selasa, 20 Juli 2021 | 16:30 WIB

Penelitian Baru Buktikan Obat Kolesterol Berpotensi Cegah Pasien Covid-19 Alami Keparahan

Penelitian Baru Buktikan Obat Kolesterol Berpotensi Cegah Pasien Covid-19 Alami Keparahan

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 07:45 WIB

Terkini

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB